Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Pj Bupati Aceh Tamiang Ajak Masyarakat Bijak Buang Sampah

Liputanesia
5 Jan 2024, 23:31 WIB Last Updated 2024-01-05T16:37:36Z

 

Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra tinjau Pembersihan Parit pada Jum'at 5 Januari 2024 di Kota Kualasimpang/Liputanesia/Prokopim.

Aceh Tamiang - Persoalan sampah masih menjadi PR bagi Pemerintah maupun masyarakat, termasuk pengendapan sampah di saluran-saluran parit.


Jum’at, (05/01/2024) Pj. Bupati Aceh Tamiang, Asra memimpin gotong royong pembersihan saluran parit di tengah Kota Kualasimpang Jln. KS Tubun.


Proses pembersihan menggunakan ban mobil yang ditarik, tampak pengendapan sampah yang sangat tebal.


“Tadi kita sudah mengorek secara manual, ternyata endapan sampah sudah sangat tebal sehingga air tidak mengalir,” kata Asra.


Asra kemudian mengarahkan petugas DLH menggunakan ban mobil yang diikat ke truk sampah. Ban mobil yang sudah diposisikan di dalam parit, truk perlahan maju hingga menarik seluruh endapan sampah dan lumpur.


Pj. Bupati Asra memastikan gotong royong ini akan menjadi agenda rutin dalam menciptakan keindahan kota. Sebelumnya kata dia, gotong royong diarahkan di Jalan DI Panjaitan, Kota Kualasimpang.


“DI Panjaitan sudah beres, kita akan rutin dan ini menjadi agenda prioritas kita,” ungkapnya.


Ia pun mengharapkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, sehingga ancaman banjir bisa diminimalisir.


“Percuma saja kalau kita rutin membersihkan ini, tapi cara membuang sampahnya tidak terkontrol. Harusnya ditumbuhkan kesadaran di diri masing-masing,” harapnya.


Kadis LH Aceh Tamiang, Syurya Lutfhi menambahkan sejumlah kawasan di Kota Kualasimpang rentan tergenang banjir akibat saluran air tidak lancar. DLH sendiri diakuinya telah memotivasi masyarakat untuk membuang sampah secara disiplin dengan meluncurkan program Bank Sampah.


“Petugas kita setiap harinya memilah sampah yang bisa diganti dengan uang, harapan kami ini menjadi motivasi masyarakat untuk mengontrol sampah rumah tangga,” kata Syurya.


Program yang sudah berjalan lebih tiga bulan ini diakuinya sudah menggandeng pihak Kampung untuk mendata sekaligus mensosialisasikan Bank Sampah.


“Setelah didata, dua pekan kemudian nilai sampah itu kami bayarkan kepada pemiliknya,” tutupnya.

Iklan