Notification

×

Aceh Tamiang Kembangkan Bibit Dari Balitbu Tropika, Lindungi Petani Dari Bibit Palsu

14 Agu 2022 | Agustus 14, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-07T07:53:01Z
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST, saat mengunjungi kebun buah-buahan tropika unggul milik Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Solok, Sumatera Barat, pada 04 Agustus 2022 yang lalu.

Liputanesia, Aceh Tamiang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengembangkan bibit buah tropika dari Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Solok, Sumatera Barat. Program ini selain melindungi pekebun dari bibit palsu, juga untuk menjaga varietas asli tanaman buah-buahan.

“Kita sudah meninjau langsung ke Balitbu Tropika di Solok, melihat proses pembibitan sekaligus bertukar informasi,” kata Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST, Minggu (14/8/22) kemarin saat meninjau pohon induk durian lokal unggul, di Kampung Selamat, Tenggulun.

Insyafuddin mengatakan kunjungan ke Balitbu Tropika, Solok, Sumatera Barat dilakukan bersama tim Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang pada 4 Agustus 2022. Kunjungan ini disambut langsung Kepala Balitbu Tropika, Helmi Kurniawan.

“Sejak awal kita ingin mengangkat varietas-varietas unggul lokal. Potensi ini harus digali lagi untuk meningkatkan perekonomian petani kita,” kata Insyafuddin.

Dia menerangkan Balitbu Tropika yang berada di Solok merupakan satu-satunya balai yang mengembangkan tanaman buah tropika. Jenis tanaman ini dinilai cocok dikembangkan di Aceh Tamiang. “Kita kembangkan di Tamiang Hulu, sudah ada empat varietas yang sedang dikembangkan di sana, durian Kromo Banyumas, durian Matahari, mangga Garifta Merah, mangga Gedong Gincu dan duku,” ungkapnya.

Pola pengembangan bibit dari Balitbu ini dipastikannya memiliki banyak manfaat. Namun yang terpenting kata dia, Balitbu Tropika merupakan penghasil pohon induk berkualitas sebagai benih penjenis sehingga berpotensi untuk dikembangkan di Aceh Tamiang. Di sisi lain, Wabup Insyafuddin menilai pendistrisibusian bibit ini akan menjadi sektor baru pendapatan daerah.

“Karena keaslian varietas bibit terjaga, petani akan memilih beli di daerah sendiri, ini kan menjadi pendapatan daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak), Safuan, melalui Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman, Muhammad Yunus yang ikut mendampingi kunjungan kerja Wabup ke Solok beberapa waktu yang lalu menjabarkan, sebagai upaya peningkatan potensi pengembangan pohon induk yang akan dikembangkan di daerah serta upaya penyelamatan plasma nutfah sebagai kekayaan alam yang bisa mendukung pembangunan nasional.

“Tujuannya untuk mengembangkan potensi PAD melalui penyediaan pohon induk tanaman buah yang berkualitas sehingga dihasilkan benih atau bibit bermutu,” kata Yunus.

Sumber: Humas