Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Peduli Palestina, Lhokseumawe Sumbang 300 Juta

Liputanesia
13 Feb 2024, 14:40 WIB Last Updated 2024-02-13T07:40:48Z
PJ. Walikota Lhokseumawe serah terima dana bantuan kemanusiaan di Ruang Kerja Wali Kota Lhokseumawe, Selasa (13/03/2024)/Liputaesia/Dedi. 


Lhokseumawe - Pemerintah Kota (Pemko Lhokseumawe) bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina di Gaza Utara. Serah terima berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Lhokseumawe, Selasa (13/03/2024).


Dalam penandatanganan berita acara tersebut, secara simbolis diserahkan dana sumbangan yang telah dikumpulkan sebesar Rp. 300.728.500,- masing-masing sebesar Rp. 40.132.000,- dari jajaran ASN Pemko Lhokseumawe, Rp. 191.415.000,- dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Rp. 69.181.500,- dari kantor Cabang Dinas Aceh di Kota Lhokseumawe. 


Penjabat (Pj) Walikota Lhokseumawe A Hanan, menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran seluruh ASN Kota Lhokseumawe, Cabang Dinas Aceh Kota Lhokseumawe, dan semua yang memberikan kontribusi dan perhatian khusus terhadap masyarakat Palestina.


“Kita doakan sumbangan ini dapat mengurangi sedikit beban daripada rakyat Palestina, semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua” harap Pj Wali Kota.


Dr. Damanhur, relawan MER-C Kota Lhokseumawe sebagai penghubung tim MER-C GAZA sampaikan bahwa bantuan tersebut akan diberikan ke jalur Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi.


Dr. Damanhur sebutkan seluruh bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat Gaza Palestina, sedangkan biaya operasional para relawan MER-C bersumber dari founder MER-C dan hibah lainnya. 


“Inilah alasan kita memilih MER-C karena ketepatan dana yang diterima dari masyarakat disalurkan langsung kepada rakyat Palestina” imbuhnya.


Saat ini pengungsi tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, Damanhur mengungkap pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin.

Iklan