Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Dubes Palestina Terima Sumbangan 1 M dari Masyarakat Aceh Utara

Hengki Syahjaya
17 Jan 2024, 17:33 WIB Last Updated 2024-01-21T06:38:43Z
Pj Bupati Aceh Utara, Dr Mahyuzar, saat menyerahkan Sumbangan dari masyarakat untuk warga Palestina yang diterima oleh Dubes Palestina, Dr Zuhair SM Al-Shun, Rabu (17/01) Liputanesia/HSJ.

Aceh Utara - Dubes Palestina untuk Indonesia, Dr Zuhair SM Al-Shun menerima sumbangan kemanusiaan dari elemen masyarakat Aceh Utara, sebanyak Rp1.151.118.500.


Penyerahan bantuan itu disampaikan langsung Pj Bupati Aceh Utara, Dr Mahyuzar, di kantor Kedubes Palestina Jalan Ki Mangunsarkoro 64 Menteng, Jakarta Pusat, sebanyak Rp1.151.118.500, Rabu (17/01/2024).


Pj Bupati Aceh Utara, Dr Mahyuzar, mengatakan, Pemkab Aceh Utara bersama seluruh lapisan masyarakat merasa sangat prihatin atas konflik berkepanjangan yang mendera rakyat Palestina.


“Sumbangan dari siswa, dewan guru, para kepala sekolah TK dan SD dan SMP serta SMA atau SMK, juga dari masyarakat umum, ASN dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Nilainya ini memang sangat sedikit dibandingkan dengan deraan konflik dan penderitaan rakyat Palestina yang berkepanjangan di tanah suci ‘negeri para Rasul’, yakni negeri Palestina,” ungkap Mahyuzar.


Sementara itu, Dubes Palestina, Dr Zuhair SM Al-Shun mengatakan terimakasih atas kedatangan dan bantuan yang disumbang dari saudara kami masyarakat Aceh Utara.


Dikatakan, dirinya pernah ke Aceh pada November 2023 lalu. Saat itu dia disambut sangat antusias oleh masyarakat Aceh yang menaruh atensi dan perhatian yang luar biasa terhadap penderitaan rakyat Palestina.


“Kami ucapkan selamat datang di Kedubes Palestina dan terima kasih atas bantuannya. Ini adalah sebuah solidaritas yang luar biasa,” ucap Zuhair.


Lebih lanjut Zuhair mengajak masyarakat dunia, khususnya komunitas muslim, untuk sama-sama memperhatikan bahwa kondisi di Negeri Palestina saat ini sangat buruk.


Bahwa rakyat Palestina kondisinya sangat menderita dengan terjadinya konflik dan perang berkepanjangan. “Tetapi mereka terus bertahan dan berjuang untuk negerinya,” tandas Zuhair.

Iklan