Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Pembangunan Saluran di Uteun Bayi Diduga Asal Jadi, PUPR: Tak ada yang Sempurna 100%

Ahmad Mirzda
7 Des 2023, 14:16 WIB Last Updated 2023-12-07T07:30:16Z

 

Salah seorang warga uteunbayi Fadli saat di lokasi proyek saluran pada hari Senin 5 Desember 2023. foto: Ahmad Mirzda 

Lhokseumawe – Pelaksanaan proyek saluran lingkungan Sejahtera dan Blang Rayeuk di Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, sebesar Rp274 juta lebih telah rampung dengan kondisi diduga asal jadi dan tak sesuai bestek, Kamis (7/12/2023).

Hal itu diungkapkan salah seorang warga lingkungan di Desa Uteun Bayi Fadli, yang ikut mengamati dan mengawasi pelaksanaan proyek yang bersumber dari Dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tersebut.

Dikatakannya, pembangunan Saluran itu tampak dikerjakan asal jadi mengingat adanya perbedaan dari kedalaman antara saluran baru dengan saluran lama. Sehingga sambungan besi saluran baru dengan saluran lama terlihat tidak sejajar tinggi.

"Kami warga sudah memantau proyek ini dari awal, seharusnya besi sambungan beton saluran tersebut sejajar, namun nyatanya tidak," ucap Fadli di lokasi proyek, pada Kamis lalu (30/11)."

Ada juga turun tim uji kelayakan proyek itu, saat di lokasi katanya tidak layak, tapi hingga sekarang belum ada tindak lanjut apa pun dari pihak dinas, jadi kami patut menduga ada main mata antara rekanan dan dinas," ungkapnya.

Fadli perwakilan warga uteun bayi meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengaudit proyek tersebut untuk memastikan layak atau tidaknya konstruksi.

Kepala bidang pengairan PUPR Lhokseumawe, Syahrial, saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat kemarin (1/12) menjelaskan, dalam pengerjaan proyek tidak ada kata sempurna, namun pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin dalam pengerjaan proyek tersebut."

Dalam proyek kalau untuk mencari kesempurnaannya tidak ada kalo untuk sempurna seratus persen itu tidak ada ,ibarat kaca buatan pabrik pun ada bopeng, tetapi sepengetahuan kami dan semampu kami itu sudah maksimal," ucap Syahrial.

Syahrial juga mengatakan, bahwa proyek tersebut telah dilakukan uji kelayakan (uji LAB) bahkan hasilnya melebihi spek. selain itu saluran tersebut juga berfungsi sebagai jalan, jika kedepannya ada anggara maka pengerjaan saluran tersebut akan dilanjutkan tahun depan.

bahkan setelah dikerjakan kita juga menurunkan tim dari politeknik untuk pengetesan dan hasilnya memenuhi dan untuk beton di atas spek yang ditentukan.

Selain itu, proyek itu juga berfungsi sebagai jalan itu kan tidak ada jalan makanya kami buat tutup saluran jadi bukan perubahan dari yang direncanakan, kedepannya bila ada anggaran akan kita sambung lagi pembangunannya, kata Syahrial sambil menunjukkan dokumen hasil pengujian.

Mengenai rangka besi yang turun Syahrial menjelaskan, besi yang turun tersebut memang turun pada saat menyambung karna di injak-injak oleh orang yang lewat, tetapi pada saat dilakukan penyambungan ini sudah disambung dengan rapi, ujarnya.

"Seperti yang saya bilang tadi kalo untuk sempurna dalam pengerjaan 100 persen yang namanya manusia dan kami tidak memantau 24 jam di lapangan, dan bila dibandingkan di PU yang paling keras ya saya," demikian Syahrial.

Iklan