Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

IAIN Teken MoU Bersama Panwaslih Aceh, Lahirkan SDM Pengawasan Pemilu

Hengki Syahjaya
27 Des 2023, 17:11 WIB Last Updated 2023-12-27T10:11:57Z
Rektor Institut Agama Islam Negeri (lAIN) Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, saat Taken MoU berama Ketua Panwaslih Aceh yang disaksikan oleh Asisten I Suriyatno, Rabu (27/12) di Aula Laboratorium Terpadu, Liputanesia/H5J. 


Kota Langsa - Untuk Melahirkan Sumber

Daya Manusia (SDM) Pengawasan Pemilu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Panitia Pengawas Pemilihan (PANWASLIH) Provinsi Aceh di Aula Laboratorium Terpadu, Rabu (27/12/2023).


Rektor Institut Agama Islam Negeri (lAIN) Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, berharap kerjasama ini bukan hanya untuk mendorong mahasiswa untuk ikut mencoblos pada saat Pemilu 2024.


“Namun, dapat  memberikan kesempatan bagi mahasiswa IAIN Langsa untuk melakukan pengawasan pemilu tahun 2024,” ucap Rektor 


Kegiatan kerjasama ini bertujuan untuk

meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengawasan Pemilu berbasis partisipasi publik dan mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, jelasnya.


“Serta dapat mendorong partisipasi dan keaktifan pemilih di kalangan perguruan tinggi, meningkatkan pengetahuan kepemiluan dan pengawasan Pemilu dengan memperhatikan aspek kearifan lokal,” ujarnya.


Selanjutnya untuk meningkatkan pemahaman mengenai dis dan mis informasi, kampanye anti politik uang, politik identitas, dan politisasi SARA, sehingga akan mendorong terwujudnya Pemilu Inklusif Tahun 2024, tegas Rektor.


Berharap para Komisioner Panwaslih dapat memberikan pencerahan kepada para pemilih pemula tentang pentingnya pemilu dan berperan aktif dalam pemilu untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mahasiwa harus berkapasitas tentang pengetahuan kepemiluan, pungkas Rektor.


Ketua Panwaslih Aceh, Agus Syahputra, mengatakan, selain mejalankan dan menegakkan perintah, Undang-undang percaya bahwa pemilih Pemula bagian terpeting dalam Pemilu.


"Konon faktanya juga pemilih pemula menjadi garda terdepan dan tolak ukur kebehasilan Pemilu 2024 mendatang," kata mantan anggota Bawaslu Kota Langsa ini.


Sekarang semua masyarakat bisa menjadi jurnalis warga yang bisa mencurahkan pikirannya ke publik melalui berbagai platfon seperti tiktok, IG, FB dan media sosial lainnya.


Pemilih pemula merupakan garda terdepan dan bagian penting di Pemilu, sehingga generasi muda harus menjadi duta dan penerang di lingkungan sekitarnya.


Menurut Agus, tantangan Pemilu 2024 lebih berat dan pelaksanaannya lebih cepat dari Pemilu tahun 2017, karena perkembangan zaman yang begitu cepat.


Selain brpartisipasi dalam Pemilu, tetapi pemilih pemula juga harus berpartisipasi menjadi pengawasan Pemilu.


"Kita harapkan adik-adik berada di garda terdepan membimbing lingkungan sekitarnya dan membawa pesan-pesan penting kepada G-Z (generasi milenial)," pungkasnya Agus.


Iklan