Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Pj Walikota Syaridin, Target Satu Juta Guru ASN dan PPPK, Dalam Peringatan HGN

Hengki Syahjaya
25 Nov 2023, 15:43 WIB Last Updated 2023-11-25T08:43:39Z
Pj Walikota Langsa, Syaridin saat membacakan sambutan Mendikbudristek, pada upacara bendera peringatan HGN dan PGRI ke-78, Sabtu (25/11) di Lapangan merdeka, Liputanesia/H5J.

Kota Langsa - Pj Walikota Langsa, Syaridin, target satu juta guru ASN dan PPPK saat pimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional dan Hari PGRI ke 78 tahun 2023, saat bacakan kata sambutan Mendikbudristek, di Lapangan Merdeka, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Sabtu (25/11/23).


Pj. Walikota Langsa membacakan Amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam rangka Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2023 Dengan Tema “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”, sedangkan untuk tema HUT PGRI, “Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju”.


Ibu dan Bapak guru di seluruh Indonesia yang senantiasa saya banggakan, tahun ini mungkin menjadi tahun terakhir saya merayakan Hari Guru Nasional sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini membuat saya merasa sedih, karena saya pasti akan rindu bertemu dengan Ibu dan Bapak semua, ucapnya.


“Saya yakin bahwa Ibu dan Bapak guru sebagai nakhoda tidak mau membalikkan lagi arah dari kapal Merdeka Belajar”.


Saya optimis bahwa semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar. Keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil kita capai bersama dalam empat tahun terakhir.


Pada tahun pertama Merdeka Belajar, kita menghapus Ujian Nasional dan memberi kepercayaan kepada guru untuk menilai hasil belajar muridnya. Kita menerapkan Asesmen Nasional agar kita semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi serta karakter murid, katanya.


“Lalu di tahun berikutnya, kita meluncurkan Kurikulum Merdeka. Jika Asesmen Nasional mengukur tujuan perubahan, Kurikulum Merdeka memberikan petunjukjalan mencapai tujuan itu,” lanjutnya.


Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid, terangnya.


“Ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru juga kini semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar. Jutaan guru di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sarna lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka”.


Selanjutnya, terobosan besar kita hadirkan dengan meluncurkan Pendidikan Guru Penggerak. Program ini berbeda dari pelatihan guru yang sudah ada sebelumnya, karena tujuannya untuk mendorong lahirnya generasi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang mampu memimpin perubahan nyata, harapnya.


“Terakhir, yang juga sangat membahagiakan adalah kita sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru ASN PPPK guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik”.


Semua ini membuat saya percaya bahwa Hari Guru Nasional tahun ini bukanlah salam perpisahan. Sebaliknya, peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah penanda kesatuan tekad kita untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, mari kita rayakan hari ini dengan semangat untuk terus melaju ke depan, dengan derap langkah serentak melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih, tutup Pj Walikota Langsa mengakhiri amanat Mendikbud.



Iklan