![]() |
| Potret Penarikan pipa induk distribusi yang lepas terbawa banjir, di Aceh Utara, Sabtu (17/1/2026)/Liputanesia/Dok. Liputanesia. |
Belum lagi kerusakan di jaringan distribusi baik pada pipa Induk (jaringan distribusi utama) maupun pipa distribusi bagi serta sambungan rumah (SR). Total kerugian akibat kerusakan diperkirakan mencapai Rp 36 Milyar lebih, belum lagi kerugian operasional akibat terhentinya tagihan rekening pelanggan sehingga produktivitas penjualan menurun drastis.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran, ST, MSM kepada media ini pada Sabtu (17/1/2026).
Namun berkat kesigapan kinerja karyawan dalam menanggulangi dampak bencana, kata Imran, beberapa IPA telah mampu difungsikan kembali dengan cepat serta beberapa jaringan distribusi juga telah mampu diperbaiki secara bertahap sehingga suplai air dibeberapa wilayah kembali teraliri air bersih, ujarnya.
Namun demikian, beberapa wilayah diakui masih belum teraliri dengan baik. Hal ini dikarenakan beberapa IPA yang ada kondisi pompa yang digunakan kapasitasnya belum bisa maksimal akibat pompa distribusi rusak belum sepenuhnya selesai diperbaiki.
Selain faktor biaya operasional perbaikan yang cukup besar jika ditalang sekaligus, juga faktor menjaga stabilitas pembiayaan operasi lainnya yang tidak boleh diabaikan. Semua pembiayaan selama ini dilakukan secara mandiri oleh tirta pase, sehingga untuk mencapai perbaikan cepat dengan sempurna mustahil bisa dilakukan.
Beberapa kendala lainnya yaitu, kualitas air baku yang terkadang disungai kekeruhannya terlalu tinggi sejak banjir bandang terjadi, kondisi ini kerap mengakibatkan operasional produksi terhenti.
Seperti contoh kejadian terkini di IPA krueng pase pada 13 januari lalu dimana kita sudah mengumumkan bahwa terjadi kerukan pipa induk diameter 300 mm yg mengsuplai ke Kecamatan Meurah Mulia, Syamtalira Bayu (Gp Paya Itek dll) serta ke arah Kota Lhokseumawe.
Setelah perbaikan selesai dilakukan ternyata kondisi Air Baku mengalami kenaikan kekeruhannya sehingga operasional IPA beberapa jam setelahnya terpaksa dihentikan.
Dampaknya suplai air terhenti menjadi semakin lama dikarenakan butuh beberapa jam lagi kedepan untuk mengstabilkan tekanan ke pelanggan yang ada saat IPA sudah mulai beroperasi normal. Beberapa sumber air baku seperti ini kerap terjadi pada IPA di Krueng Pase, IPA di Teupin Punti dan IPA Langkahan serta IPA Di Meunasah Asan, ungkapnya.
"Dengan kondisi saat ini, kami menyarankan agar saat suplai air normal para pelanggan bersedia menyimpan air untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih hari-hari karena situasi operasional layanan kita masih sangat darurat."
Bahkan beberapa wilayah masih belum sampai distribusi airnya akibat kapasitas pompa yg kami gunakan belum mencukupi, seperti suplai ke kecamatan Baktiya yang biasanya dengan 2 pompa kapasitas besar namun karena sedang perbaikan hanya 1 pompa yg bisa difungsikan, kata Imran.
Untuk kecamatan Dewantara kendalanya berbeda, jaringan induk yang melewati beberpa jembatan Rel KA telah rubuh, sehingga perbaikan jaringan yang kami lakukan harus estafet karena kerusakan pipa begitu panjang dan ada di beberapa titik perlintasan.
"Kami memastikan bahwa perbaikan baik penambahan kapasitas pompa dan jembatan perlintasan yang rusak sedang kami kerjakan terus dan akan segera kami fungsikan bila proses perbaikannya telah tuntas."
Untuk itu, kami memohon pengertian kesabaran atas ketidaknyamanan layanan yang kami berikan, dan ini tentu bukan akibat disengaja untuk tidak dilayani. Akan tetapi memang butuh biaya yang tidak sedikit serta waktu perbaikan, sehingga untuk kembali normal seperti sedia kala sangat berat dan tetap kami upayakan, ujarnya.
Hari ini, Sabtu (17/1) kondisi layanan ke paya itek (jalur Kec Bayu dari IPA Krueng Pase sudah kembali normal) demikian juga ke arah Kec Meurah Mulia serta Kota Lhokseumawe, dan kondisi perbaikan jembatan di Bungkah arah layanan ke Krueng Geukueh sekitarnya juga sudah hampir rampung.
Semoga minggu ini sudah bisa kita lakukan pengetesan air untuk melihat apakah masih ada titik kebocoran jaringan lagi didepannya. Kita berharap tidak ada lagi, namun jika masih terjadi maka tim teknis kita sudah pasti segera akan menanganinya kembali, tutup Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran, ST, MSM.
Sebagaimana diketahui, perumda tirta pase telah memastikan ke 12 instalasi pengolahan air yang ada kembali beroperasi mulai dari Krueng Mane hingga ke langkahan, penanganan ini dilakukan secara darurat guna memitigasi kebutuhan air pasca bencana banjir, baik untuk masyarakat korban banjir (bantuan air bersih di seluruh Kab Aceh Utara) maupun bagi hampir sekitar 50 ribu pelanggan yang ada di Kabupaten Aceh Utara maupun di Kota Lhokseumawe. []

