Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Tim Dosen Teknik KPM Menerapkan Teknologi Pencetak Batu Bata Otomatis

Hengki Syahjaya
6 Sep 2023, 14:29 WIB Last Updated 2023-09-07T09:36:45Z
Yusnawati, dari program studi teknik industri, dengan Dr. Taufan Arif Adlie, dari Program Studi Teknik Mesin dan Dr. Lely Masthura, dari Program Studi Teknik Sipil sebagai anggota.


Kota Langsa - Tim dosen Fakultas teknik universitas samudra melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (KPM) yang diketuai oleh Yusnawati, dari program studi teknik industri, dengan Dr. Taufan Arif Adlie, dari Program Studi Teknik Mesin dan Dr. Lely Masthura, dari Program Studi Teknik Sipil sebagai anggota. 


Dalam kegiatan KPM yang dilaksanakan pada Rabu, 6 September 2023, tim dosen teknik menerapkan suatu teknologi pencetak batu bata otomatis di Desa Padang Langgis, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.


Ketua Tim Dosen Fakultas Teknik dalam KPM Yusnawati, menyampaikan pada media Rabu, 6 September 2023, bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para pengrajin batu bata tidak lagi memproduksi batu bata secara manual, karena pengolahan batu bata secara manual memiliki jumlah produksi yang rendah dan memerlukan waktu pengeringan yang cukup lama, untuk meningkatkat produktivitas pengrajin batu bata diperlukan teknologi pencetak batu bata otomatis.


Sementara Lely Masthura menambahkan batu bata hasil cetakan otomatis memiliki kadar air yang lebih rendah dibandingkan dengan manual, sehingga waktu pengeringan lebih singkat dan jumlah produksi bisa bertambah banyak.


Menurut Taufan Arif Adlie, Kapasitas pencetak batu bata otomatis bisa mencapai 1.000 buah perjamnya, hal ini bisa menjadi tolok ukur pengrajin batu bata untuk meningkatkan target produksi mereka.


Riana salah satu pengrajin batu bata di desa padang langgis pada Tim Dosen Fakultas Teknik menyampaikan, dirinya merasa sangat terbantu dengan teknologi yang diberikan, selain meringankan pekerjaan juga mampu meningkatkan produksi, sehingga target penjualan bisa meningkat.


Kegiatan PKM ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun anggaran 2023. Dalam kegiatan ini diharapkan proses produksi menjadi lebih pendek dan jumlah produksi meningkat. Seperti yang sudah kita tahu bahwa proses pengeringan batu bata secara manual sebelum dibakar memerlukan waktu sampai 20 hari, tutup Ketua Tim.

Iklan