Notification

×

Gubernur Ansar Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Darul Hidayah Sebagai Ungkapan Cinta Umat Kepada Nabi

15 Nov 2022 | November 15, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-15T05:27:25Z


Liputanesia, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengatakan sudah menjadi tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan penuh sukacita dan khidmat sebagai momentum bagi umat Muslim untuk mengingat, menghayati dan memuliakan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW berharap melalui momentum ini juga dapat menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan misi Pemerintah Provinsi Kepri yaitu 'Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, sehat dan berdaya saing dengan berbasiskan iman dan taqwa'.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Masjid Darul Hidayah Ikatan Keluarga Batang Gasan (IKABAGAS) JI.Batu Naga, Kota Tanjungpinang, Ahad, (13/11), yang diselenggarakan oleh Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Tanjungpinang.

Menariknya, menurut Gubernur Ansar di Indonesia, peringatan ini merupakan ungkapan cinta masyarakat Muslim kepada Nabinya, yang diekspresikan secara beragam di berbagai daerah. Tentu saja warna ungkapan lokal kecintaan masyarakat Muslim kepada junjungannya ini terlihat berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sentuhan lokal dalam menyemarakkan hari besar ini, bertujuan agar dapat menjadi salah satu sarana untuk berdakwah.

"Seperti salah satunya yang dilakukan di Daerah Pariaman. Dimana, masyarakat Pariaman memiliki tradisi dalam menyemarakkan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan istilah “Dikie Maulid”. Kegiatan ini merupakan sebuah tradisi masyarakat Padang Pariaman untuk merayakan kelahiran nabi Muhammad (SAW) dengan musik vokal Islami khas masyarakat Padang Pariaman. Selain itu, masyarakat Padang Pariaman juga menyelenggarakan kegiatan “Malamang” dimana setiap tahunnya ada sebidang sawah yang khusus ditanamkan beras ketan untuk membuat lemang saat perayaan ini secara gotong-royong" kata Gubernur Ansar.

Kemudian Gubernur Ansar memaparkan salah satu programnya yang berbentuk penyuluhan, bimbingan dan peningkatan kualitas umat, dimana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah mengambil peran strategis melaksanakan program melalui pengiriman Muballigh Hinterland sebanyak 50 orang yang di tempatkan di daerah-daerah pesisir, pulau terpencil.

"Program itu bertujuan meningkatkan semangat umat, agar dijauhkan dari penyakit-penyakit psikologis yang berasal dari krisis kehidupan. Para ustadz tersebut juga melakukan pendataan masjid/mushollah yang perlu renovasi dan pembangunan untuk dilaporkan kepada Pemprov" jelas Gubernur Ansar.

Selain itu, menurut Gubernur langkah tersebut juga dapat menjadi pelopor dalam menerapkan ketauladanan nabi untuk berinteraksi satu sama lain melalui pendekatan toleransi antar umat beragama. Dimana toleransi tersebut menjadi sebuah keinginan bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama.

"Yang kita ketahui di Provinsi Kepulauan Riau dikategorikan baik, hal ini dapat dilihat dari Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kepulauan Riau mencapai angka 76,20% dan masih di atas skor Nasional yaitu 72,39%. Tingkat Kerukunan Umat Beragama di Kepulauan Riau dengan beragam suku dan agama yang ada mendapat peringkat ke-1 se-Sumatera dan ke-9 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia" papar Gubernur.

Di akhir sambutan, Gubernur menyampaikan akan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp. 10 juta untuk kelanjutan pembangunan Masjid Darul Hidayah, selain dana hibah untuk Masjid Darul Hidayah yang telah dianggarkan sebesar Rp 80 juta pada tahun anggaran 2023 yang akan datang.

"Dana hibah tersebut nanti coba kita tambah dua puluh juta rupiah lagi supaya menjadi seratus juta rupiah guna kelanjutan pembangunan masjid ini" tutupnya diiringi rasa syukur para jamaah masjid. (T.4z)