Notification

×

Terkait Kuota Beasiswa S1 Berprestasi Kepri, Ini Jawaban Kabag Kesra Edy Safrani

18 Okt 2022 | Oktober 18, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-17T18:11:29Z
Edy Safrani.

Liputanesia, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, secara terperinci memberikan penjelasan terkait beasiswa yang diduga tidak sesuai kuota dan masih tersisa anggaran 1 miliar lebih itu sudah terjawab.

Setelah sebelumnya sempat dipublikasikan salah satu mahasiswa perguruan tinggi. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kepri di Media ini, beberapa hari yang lalu.

Meminta kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dapat mengambil sikap tegas terhadap penambahan kuota beasiswa berprestasi bagi mahasiswa S1 yang berprestasi.

Edy Safrani selaku Kabag Kesra menjelaskan bahwa," Awalnya beasiswa itu diberikan tidak ada kategori berprestasi, karena seluruhnya diberikan bagi yang tidak mampu," jelas Edy (Sapaan-Red) pada Senin (17/10) saat dihubungi melalui telpon WhatsApp.

Hal ini disesuaikan dengan permintaan Gubernur Ansar, Agar. beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi, tetapi yang kurang mampu.

Pada tanggal 19 Agustus 2022, Biro Kesra telah menyampaikan kepada Gubernur untuk melakukan persen tase dan persen tase itu juga dibagikan bagi mahasiswa berprestasi mampu, dengan kategori bagi yang kuliah di luar negeri, seperti S2," tuturnya.

Kemudian untuk diplomad 3 (D3) sendiri ada 300 orang, dan 300 orang itu diawalnya untuk berprestasi tidak mampu. Namun Gubernur mengatakan agar, 100 orang itu diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang mampu. 200 orangnya lagi untuk berprestasi yang tidak mampu, sehingga diplomad 3 (D3) menjadi dua kategori.

Sementara," untuk S1, kita ada kuota 400 orang yang awalnya dibagikan seluruhnya kepada yang tidak mampu. Terus 100 orang itu untuk berprestasi mampu, dan 300 orang lagi yang berprestasi tapi tidak mampu," jelasnya lagi.

Lalu di DPA kita ada 100 orang S2, 25 (dua puluh lima) orang diberikan kepada yang berprestasi, dan 5 orang untuk yang kurang mampu.

"Untuk beasiswa yang diluar negeri ada 25 orang S1, dan 25 orang S2 bagi yang kuliah diluar negeri. Jadi tidak mengunakan kategori, mampu atau tidak mampu S1 dan S2 silahkan mendaftar bagi yang untuk diluar negeri," tambahnya.

Pemprov Kepri sudah membuka pendaftaran D3 seluas-luasnya, tetapi yang mendaftar untuk kategori prestasi mampu cuma ada 113 orang, yang 1 (satu) orangnya itu. Ber KTP pekan baru dan langsung dibatalkan.

Artinya," Kuota berprestasi masih ada kelebihan 12 orang, tadinya kuota itu ada 200 orang. Karena yang mendaftar hanya 90 orang, dan masih ada 200 orang lagi yang bisa diterima, tetapi tidak ada yang mendaftar," imbuhnya.

Jadi uang yang masih tersisa itu dikembalikan ke kas daerah, dan untuk S2 yang berprestasi dalam negeri. Karena kuotanya cuma 25 orang, sedangkan yang mendaftar 75 orang.

Sementara," bagi yang tidak mampu, Pemprov Kepri menargetkan kuotanya 75 orang, ternyata yang mendaftar hanya 44 orang. Itupun masih tersisa kuota 44 dari 75 sisa 36 orang akan di kumpul," ujarnya.

"Dengan demikian, S1 25 orang dan S2 25 orang luar negeri yang targetnya 50 orang itu. Yang mendaftar cuma 16 orang, berarti ada 34 orang lagi tersisa. Nah, Kuota inilah kita kumpulkan jumlahnya menjadi 1 miliar lebih," pungkasnya. (T.4z)