Notification

×

Rehabilitasi dan Peremajaan Tingkatkan Produktivitas Kakao di Aceh Tamiang

24 Agu 2022 | Agustus 24, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-06T08:04:45Z
Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH,M.Kn menghadiri Duek Pakat Kakao Aceh IX dengan tema Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kakao melalui Rehabilitasi dan Peremajaan, bertempat di kebun petani kakao Desa Bundar, Rabu (24/08/2022).

Liputanesia, Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang Mursil menghadiri Duek Pakat Kakao Aceh IX dengan tema Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kakao melalui Rehabilitasi dan Peremajaan, bertempat di kebun petani kakao Desa Bundar, Rabu (24/08/2022).

Dalam sambutannya Bupati Mursil mengucapkan selamat kepada pengurus Kakao Aceh Tamiang yang baru dilantik. Beliau berharap organisasi ini tidak hanya sebagai lambang saja dan kemudian menghilang tidak ada memberikan kontribusi apapun namun, organisasi ini dapat maju dan berkembang ditengah-tengah masyarakat khususnya memajukan petani kakao.

“Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa budidaya kakao ini harus mendapat perhatian khusus. Maka dari itu, mari bersama-sama kita mencari langkah teknis untuk meningkatkan produksi kakao. Terlebih lagi saat ini, tanaman kakao di Aceh Tamiang banyak yang harus dilakukan peremajaan kembali. Semoga dengan pertemuan ini bisa membangkitkan kejayaan coklat di Aceh khususnya Aceh Tamiang dan semua itu tergantung dari niat dan kesungguhan petaninya,” harapnya.

Sebelumnya dalam sambutan Ketua Forum Kakao Aceh Ir. T. Iskandar mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Tamiang yang sangat menggaungkan peningkatan produksi kakao di Aceh Tamiang. Dikatakannya, pertemuan hari ini selain bertujuan untuk konsolidasi, juga akan dilaksanakan pengukuhan Forum Kakao Aceh Tamiang.

“Saat ini persoalan kakao di Aceh ialah pohonnya sudah berumur 20 tahun, dimana secara akademis Kakao yang sehat umurnya 16 tahun dan setelah itu sudah harus di rehap atau replanting. Tentunya menjadi harapan kita bersama bagaimana saat ini menggerakkan kembali kopi Gayo dan kakao yang saat ini produktifitasnya rendah kembali meningkat,” pungkasnya.

Sama halnya dengan Ketua FKA Aceh, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir. Cut Huzaimah juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Tamiang yang sudah mendukung pengembangan kakao

“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh stakeholder yang terlibat di bidang kakao, dan semoga momentum ini bisa menjadi penyemangat bagi petani kakao. Pemeliharaan kakao ini sangat rentan dimana petani harus menjaga dari serangan hama dan kakao juga tidak bisa dengan kondisi yang terlalu lembat dan terlalu kering. Oleh karena itu sangat membutuhkan perhatian dari petani sesuai standar yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Dirinya juga berharap melalui pertemuan ini ada satu rumusan atau satu keputusan dari seluruh Forum Kakao Aceh bagaimana kakao Aceh bisa kembali jaya seperti era sebelumnya. Dalam momen ini juga akan dilakukan Penanaman bersama 250 batang kakao.

Sementara itu, dalam sambutan Koordinator Tanaman Penyegar Ditjen Perkebunan Gento Widayanto mengatakan bahwa terkait kakao ini sudah dibicarakan sampai tingkat pusat dan dalam perjalanannya berbagai persoalan cukup komplek dihadapi, salah satunya kondisi tanaman yang sudah tua.

“Untuk itu, tidak hanya dibutuhkan peremajaan tapi juga pengembangan yang baik. Meskipun nantinya sudah mendapat benih yang sudah unggul dan bersertifikat maupun berlebel namun penanganan dan pengawasannya pemeliharaan nya harus ketat dan harus ada komitmen semua pihak,” ujarnya.

Sumber: Humas