Notification

×

Ada Apa? Kepala Sekolah SD Negeri 1 Rantau Menghindar Saat Didatangi Wartawan

20 Agu 2022 | Agustus 20, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-07T03:28:22Z
Suasana Ruang Kerja Kepala Sekolah SD Negeri 1 Rantau, saat itu tampak jelas, masih ada tas, stempel, kotak rokok, Sabtu (20/8/2022).

Liputanesia, Aceh Tamiang – Sungguh aneh bin ajaib, tiba-tiba kepala sekolah menghilang dari pandangan. Diduga menghindar saat awak media ingin mengkonfirmasi Proyek Rehabilitasi Gedung Lokal Siswa serta Proyek Pembangunan Ruang Laboratorium SD Negeri 1 Rantau, di Jalan Kecamatan Rantau, Sabtu (20/8/2022).

Ada apa ini?? Sontak saya pun bertanya-tanya dalam hati, kenapa seorang Kepala Sekolah lari menghindar saat ingin dikonfirmasi wartawan.Kodim Tanjungpinang Gelar Lomba Debat dan Pidato Bahasa Inggris Dilevel Pelajar SMA Sederajat

Saat itu, Sabtu (20/8), Kami bertanya dengan Ibu Guru SD Negeri 1 Rantau. Bu oh Bu? Perkenalkan saya Dedi wartawan dari Media Liputanesia Bu, apa ada nomor Kepala Sekolah yang bisa dihubungi, tidak ada pak, jawab Ibu Guru yang kami temui. Terus saya tanyak lagi, masa Ibu tidak punya nomor HP nya? Tiba-tiba dari samping kiri saya seorang Ibu menjawab!! kami tidak berani Pak, tegasnya! nanti takut disalahkan, ucap salah satu Ibu Guru yang saat itu berada di ruang kerjanya.

“Terdiam sejenak,” ia udah gini aja bu, Ibu aja yang hubungi, bilang kalau ada wartawan bernama Dedi datang ingin konfirmasi tentang Proyek Rehabilitasi Gedung Lokal Siswa serta Proyek Pembangunan Laboratorium! Baik pak, jawab Ibu Guru yang ada dihadapan kami.

Tidak berselang lama, kira-kira 30 detik kemudian, Sepontan salah satu Ibu Guru mengatakan, “nomornya tidak aktif Pak,” tegas Ibu Guru itu, loh masa tidak aktif bu, kata saya, ia Pak tidak aktif. Kami pun makin heran dan penasaran, kenapa?, ada apa?, mengapa kepala sekolah menghindari kami, saya bertanya-tanya saat itu.

Kami pun tidak kehabisan akal, lalu kami mencoba menghubungi Kadis Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang untuk meminta langsung nomor kepala sekolah SD Negeri 1 Rantau yang bernama Rahman agar dapat dihubungi.

Alhasil, saat dihubungi via telepon WhatsApp, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Abdul Muthalib menjawab kalau dirinya saat ini sedang di Jalan menuju Pulau Tiga. “Saya lagi di Jalan Ded, ada apa,?” Bisa Bapak kirimkan nomor HP Kepala Sekolah SD Negeri 1 Rantau Pak? Tanya saya. Bisa, jawab Kadis, nanti saya kirim ya, jawabnya.

Tidak lama kemudian, suara message pun berbunyi, nomor HP Pak Rahman akhirnya kami dapatkan, lalu kami langsung menghubungi beliau dan ternyata nomornya HP nya aktif. “Ibu Guru tadi bilang tidak aktif,” heran kami sambil menggelengkan kepala.

Setelah dihubungi via telepon WhatsApp beberapa kali, panggilan telepon kami tidak diangkat juga saat itu, kami pun mencoba untuk mengirimkan pesan ke beliau, namun tidak dibalas, hanya diread saja bertanda centang garis dua sudah biru.

Berkisar pukul 14.28 Wib, kami pun mencoba untuk mengkonfirmasi ulang melalui panggilan via WhatsApp lagi, akhirnya berhasil diangkat, namun bukannya beliau (Kepala Sekolah.red) yang angkat, tapi perempuan yang ngaku istrinya! Bapak lagi dikamar mandi, besok aja senin abang ketemu dengan Bapak, kata perempuan yang ngaku istrinya saat ditelepon via WhatsApp.

Saat itu Sabtu (20/8) di Warung Kopi, Kami mengambil kesimpulan, bahwa Kami sepakat untuk melanjutkan konfirmasi pada Hari Senin mendatang.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.06 Wib sore hari, Kami rencananya mau balik kerumah mengakhiri investigasi Kami di Lapangan. “Tiba-tiba suara HP berdering, lalu saya lihat, eh ternyata Kepala Sekolah yang telepon.”

“Tadi saya dikamar mandi Pak, kata Kepala Sekolah SD Negeri 1 Rantau, kapan Bapak bisa kesekolah lagi? apa sore ini bisa Pak? kalau bisa Saya ke sana, kata rahman melalui via telepon.

Oke pak, Kami kesitu, jawab Kami sembari pulang kerumah yang kebetulan lewat jalan yang sama, sekalian singgah untuk konfirmasi ulang mengenai proyek pembangunan tersebut.

Akhirnya Kami pun tiba Disekolah tersebut. Diruang kerjanya, Kepala Sekolah Negeri 1 Rantau Rahman mengatakan, Sebenarnya saya ada tadi Pak, lagi dibelakang. Mungkin Ibu Guru yang Bapak temui tadi tidak tahu saya ada dibelakang tadi, mungkin dia kira saya sudah pulang pas Bapak datang, jadi bukannya menghindar Pak, pungkasnya.

“Tadi saya lagi dikamar mandi pas Bapak telepon, itu Istri saya tadi yang angkat Pak. Makanya, habis itu saya telepon balik Bapak,” lanjut Rahman sebelum sesi wawancara dimulai.

(DM)