Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Jelang PORA di Aceh Jaya, Muay Thai Busoe Lhokseumawe Fokus Cetak Pelatih Bersertifikat

Redaksi Liputanesia
8 Jan 2026, 16:17 WIB Last Updated 2026-01-08T09:17:35Z
Pertemuan berlangsung di markas latihan Siwah Busoe dan Muay Thai Busoe Lhokseumawe, Rabu (7/1/2026)/Liputanesia/Foto: Ramazani.

Lhokseumawe - Muay Thai Busoe-Siwah Busoe Lhokseumawe mulai mematangkan langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan atlet dengan menyiapkan program pelatihan dan perekrutan Dewan Gureei (Dewan Guru).

Langkah ini difokuskan pada pencetakan pelatih yang profesional, berintegritas, dan memiliki sertifikasi resmi Jambo Siwah Busoe serta Muay Thai Busoe, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan digelar di Kabupaten Aceh Jaya, dan juga event-event lainnya.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan internal yang digelar oleh Ketua Umum Muay Thai Busoe Lhokseumawe bersama Bimbingan Prestasi (BimPres) Muay Thai Aceh, Taufik Akbar yang akrab disapa Abu Siwah.

Pertemuan berlangsung di markas latihan Siwah Busoe dan Muay Thai Busoe Lhokseumawe, bertepatan dengan jadwal latihan rutin, Rabu kemarin (7/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri para murid, atlet binaan, serta jajaran internal organisasi, dan disaksikan langsung oleh awak media Liputannesia

Ketua Umum Muay Thai Busoe Lhokseumawe, Ramazani, mengatakan bahwa perekrutan Dewan Gureei merupakan kebutuhan mendesak dalam rangka regenerasi pelatih sekaligus penguatan struktur pembinaan.

“Perekrutan ini bertujuan mencetak pelatih dan calon pelatih yang benar-benar kompeten, profesional, serta memiliki sertifikasi resmi Jambo Siwah Busoe dan Muay Thai Busoe. Ini menjadi pondasi penting dalam menghadapi kejuaraan-kejuaraan ke depan, khususnya PORA Aceh di Aceh Jaya,” ujar Ramazani.

Ia menambahkan, keberadaan Dewan Gureei yang terstruktur dan tersertifikasi akan memperkuat koordinasi pembinaan di seluruh cabang Siwah Busoe dan Muay Thai Busoe yang saat ini tersebar di berbagai dayah, sekolah serta lingkungan kampus Universitas Malikussaleh (Unimal).

“Dengan sistem pembinaan yang terkoordinasi, seluruh cabang akan mendapatkan materi dan metode latihan yang seragam sesuai kurikulum siwah Busoe-Muaythai Busoe. Atlet yang diproyeksikan untuk PORA dapat lebih fokus menjalani latihan tanpa terbagi waktu, sehingga hasil pembinaan menjadi maksimal dan terukur,” jelasnya.

Sementara itu, Abu Siwah selaku Ulee Pandekar (Gure) Jambo Raya Siwah Busoe sekaligus BimPres Muay Thai Aceh dan juga Ketua umum Dewan pandekar Aceh-Busoe, membenarkan rencana tersebut dan menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan.

“Program ini harus segera kita realisasikan, mengingat bulan suci Ramadhan sudah semakin dekat. Kami juga sangat berharap dukungan serta kolaborasi dari instansi BUMN maupun Pemerintah Kota Lhokseumawe agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan optimal,” ungkap Abu Siwah.

Menurutnya, keberadaan pelatih yang bersertifikat resmi menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas pembinaan atlet.

“Atlet membutuhkan ilmu, teknik, dan bimbingan yang terencana, terukur serta terarah. Mereka harus dibina oleh guru yang memiliki legitimasi dan sertifikasi resmi Siwah Busoe dan Muay Thai Busoe, agar kualitas atlet tetap terjaga dan siap bersaing di tingkat kabupaten-kota maupun provinsi,” pungkasnya.

Rencana pelatihan dan perekrutan Dewan Gureei ini dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat di Markas Alam eks Hotel Dewi Plaza, Gampong Keude Aceh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya serius Muay Thai Busoe-Siwah Busoe Lhokseumawe dalam memperkuat sistem pembinaan dan meningkatkan prestasi olahraga bela diri di Kota Lhokseumawe.

(Ramazani)

Iklan