Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Bermasalah dengan Istri, Pria di Blitar Pilih Gantung Diri

Faisal Nur Rachman
7 Jan 2026, 12:26 WIB Last Updated 2026-01-08T09:05:23Z
Petugas Kepolisian Saat Memeriksa Kondisi Korban Bunuh Diri di Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Rabu (7/1/2026)/Liputanesia.co.id/Foto: Ist.

Blitar - Salah seorang warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Sujarno, ditemukan tewas di sebuah rumah dalam kondisi gantung diri.

Korban diduga diketahui gantung diri dalam kondisi sudah tidak bernyawa pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri, Maryam saat memasuki rumahnya, Selasa (6/1/2026). Terkaget dengan situasi di luar kendalinya itu, Maryam minta tolong Sintia, seorang wanita tak jauh dari rumahnya.

"Selanjutnya saksi Sintia menghubungi perangkat desa. Perangkat desa menghubungi Polsek Ponggok untuk melaporkan kejadian gantung diri tersebut. Kemudian anggota polsek Ponggok mendatangi TKP dan atas permintaan keluarga selanjutnya korban diturunkan dengan kondisi sudah meninggal dunia," ungkap Kapolsek Ponggok, Tri Muliarso, melalui keterangan resminya, Rabu (7/1/2026).

Di dalam pengumpulan bahan keterangan, lanjut Tri, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Korban sebelumnya pernah berupaya melakukan bunuh diri dengan gantung diri namun dapat dicegah keluarganya.

Selama ini Sujarno diduga memiliki permasalahan dengan istrinya. Sehari sebelumnya membuat status di whatsapp ingin mati dan minta maaf pada teman temanya.

Dalam proses pengecekan kepada korban, tidak diketemukan tanda-tanda aniaya di tubuh korban. Pada dubur korban mengeluarkan kotoran dan pada kemaluan keluar air mani.

Korban gantung diri dengan menggunakan tali tampar sepanjang sekitar 3 meter yang di ikatkan pada kayu blandar dalam rumah yang dililitkan pada leher korban.

"Keluarga korban meminta tidak dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan yang diketahui perangkat desa," kata Tri Muliarso.

Iklan