Gus Ipul menegaskan, Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat memastikan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada santunan duka, tetapi juga melalui bantuan berkelanjutan yang mendorong kemandirian warga.
Melalui skema bantuan pascabencana yang komprehensif, Kemensos menyalurkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga stimulan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam sosialisasi yang dirilis Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosa) Aceh Utara.
“Negara berkomitmen mendampingi penyintas bencana hingga mereka kembali mandiri, bukan sekadar bertahan sesaat,” ujar Gus Ipul.
Rincian Bantuan Kemensos
Adapun bantuan yang disiapkan Kementerian Sosial bagi korban bencana di Aceh Utara meliputi, santunan ahli waris sebesar Rp15 juta per jiwa diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia, bantuan hunian Setiap keluarga yang menempati Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap) menerima bantuan tunai Rp3 juta untuk kebutuhan perabotan rumah tangga.Bantuan Jaminan hidup ( jadup) Bantuan pangan senilai Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan. Stimulan Ekonomi atau Modal usaha sebesar Rp5 juta per keluarga disalurkan guna membangkitkan kembali aktivitas ekonomi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.
Gus Ipul memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara akuntabel dan berlapis. Proses pengusulan dimulai dari tingkat bupati atau wali kota dengan rekomendasi Dinas Sosial serta dukungan data dari BNPB.
Tahap berikutnya dilakukan verifikasi oleh unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) yang melibatkan TNI, Polri, dan Kejaksaan guna menjamin validitas data penerima bantuan. Khusus wilayah Aceh, data penerima juga akan melalui validasi Kementerian Dalam Negeri sebelum ditetapkan secara final oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos.
Selain bantuan kebencanaan, Kemensos turut mengintensifkan Program 12-PAS (Pemerlu Atensi Sosial) yang menyasar 12 kelompok rentan, di antaranya lansia terlantar, penyandang disabilitas, anak rentan, hingga korban kekerasan. Program ini bertujuan memastikan perlindungan sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Aceh Utara.
“Kita ingin pemulihan ini berjalan utuh. Warga tidak hanya dibantu untuk bertahan hari ini, tetapi juga diberi peluang untuk bangkit dan berusaha kembali di masa depan,” tegas Gus Ipul.
(Ramzani)

