Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Aceh Utara Lepas 13 Ribu Relawan, Fokus Bersihkan Sekolah dan Fasilitas Umum Pascabanjir

Redaksi Liputanesia
7 Jan 2026, 00:12 WIB Last Updated 2026-01-06T17:12:52Z
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayah Wa) pimpin upacara lepas ribuan relawan di Aceh Utara, Selasa (6/1/2026)/Liputanesia/Ramazani.

Aceh Utara - Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayah Wa), secara resmi melepas ribuan relawan untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Aksi kemanusiaan ini dipusatkan pada pembersihan material lumpur sisa banjir di sarana pendidikan serta berbagai fasilitas umum.

Dalam arahannya, Ismail menyampaikan bahwa dari total potensi sekitar 18.000 tenaga, sebanyak 13.000 personel yang terdiri dari ASN, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu dikerahkan serentak ke sejumlah titik lokasi terdampak banjir pada Selasa (6/1/2026).

“Hari ini kita berangkatkan sekitar 13.000 tenaga untuk membantu saudara-saudara kita di lapangan. Kita ingin memastikan sarana pendidikan kembali bersih dan layak digunakan. Fokus utama adalah membersihkan sisa lumpur agar lingkungan sekolah kembali sehat pascabanjir,” ujar Ismail saat memberikan sambutan di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara.

Bupati menegaskan, musibah banjir harus dihadapi dengan kerja keras kolektif, solidaritas, serta rasa syukur sebagai bentuk kesabaran atas cobaan dari Allah SWT. Ia mengajak seluruh instansi dan unsur pemerintahan untuk memikul tanggung jawab bersama dalam masa tanggap darurat ini.

“Setiap musibah pasti ada hikmahnya. Saya mengajak seluruh bidang untuk bertanggung jawab. Mari kita bekerja keras bersama-sama, karena ini adalah tanggung jawab kita semua untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Selain pengerahan tenaga di lapangan, Ismail juga menyoroti pentingnya peran komunikasi publik di era digital. Ia meminta aparatur pemerintah dan relawan untuk aktif menyampaikan informasi positif melalui media sosial guna menangkal opini negatif yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Hampir semua kita punya handphone, punya Facebook. Mari ambil bagian untuk mengabarkan apa yang sudah kita kerjakan. Jangan biarkan muncul opini seolah-olah pemerintah diam saat rakyat kesusahan,” katanya.

Ismail turut menceritakan situasi darurat saat banjir terjadi, di mana air naik dengan sangat cepat hingga mencapai atap rumah warga, memaksa tim evakuasi bekerja ekstra keras menyelamatkan masyarakat di berbagai desa.

“Banjir datang begitu cepat. Bahkan ada warga yang terjebak hingga ke atas rumah. Saya sendiri menerima telepon permintaan tolong langsung dari masyarakat. Alhamdulillah, proses evakuasi terus kita maksimalkan hingga saat ini,” pungkasnya.

Kegiatan pelepasan relawan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir di Aceh Utara, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya sektor pendidikan dan layanan publik, dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. []

(Ramazani)

Iklan