Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan Pengungsi Gaza di Mesir

Liputanesia
3 Feb 2024, 18:34 WIB Last Updated 2024-02-03T11:36:21Z

Palang Merah Indonesia mendistribusikan hygiene kits ke sejumlah warga Gaza yang mengungsi dan yang masih dirawat di Rumah Sakit di Kairo, Mesir, Sabtu (03/02/2024), Liputanesia/dok.PMI


Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI), menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi warga Gaza dan yang masih dirawat di Rumah Sakit Kairo, Mesir.

Tim PMI untuk Misi Kemanusiaan Gaza distribusikan paket kebersihan (hygiene kits) ke sejumlah warga Gaza yang mengungsi ke Kairo, Mesir.

Ketua Tim PMI untuk Misi Kemanusiaan Gaza, Arifin Muh. Hadi, yang saat ini berada di Kairo Mesir menjelaskan, salah satu kebutuhan yang mendesak saat ini adalah hygiene kits. Ini diserahkan untuk para pengungsi Gaza.

“Hygiene kits ini diperlukan setiap orang untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya sehari-hari. Sementara ini mereka (warga Gaza di Mesir) tidak punya uang sama sekali untuk membeli kebutuhan kebersihan, mandi, cuci dan kakus," kata Tim PMI untuk Misi Kemanusiaan Gaza, Arifin Muh Hadi, melalu keterangannya, Sabtu (3/2/2024).

"Oleh karena itulah kami berinisiasi membeli paket ini dari pasar lokal di Kairo, ini adalah bagian dari proteksi untuk memastikan setiap orang. Untuk mendapatkan akses kebutuhannya dan mendorong mereka untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ucap Arifin.

Adapun Hygiene Kits yang diberikan berisi handuk, sikat gigi, pasta gigi. Ada pula sandal, sabun mandi, sabun cuci, sampo, tissue, dan lain-lain, ungkap Arifin.

Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI Ridwan S. Carman mengatakan pendistribusian hygiene kits untuk paket keluarga ini dilakukan secara langsung dibagikan pada warga pengungsi Gaza yang ada di Mesir.

“Selain itu pihaknya juga mendistribusikan kepada para pasien trauma yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit di Kairo,” ujar Ridwan.

Ridwan meyampaikan bahwa menurut catatan dari Bulan Sabit Merah Mesir, jumlah pengungsi dari Gaza yang masuk ke Mesir sampai dengan saat ini lebih dari 9.000 orang.

Untuk diketahui, sejumlah pasien trauma, baik patah tulang maupun luka berat mendapatkan perawatan dari sejumlah rumah sakit di Kairo kurang lebih 450 orang.

“Kondisi konflik yang terus berlanjut di Gaza menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan mendorong peningkatan kerentanan terhadap kesehatan, fungsi dan akses pelayanan kesehatan terganggu,” lanjut Ridwan.

Ridwan menambahkan, bencana kesehatan masyarakat berkembang pesat di Gaza dengan tingginya tingkat kematian dan cedera akibat kekerasan. Juga pengungsian massal, kepadatan penduduk, gangguan besar dan disfungsi sistem kesehatan, serta kerusakan infrastruktur air dan sanitasi.

“Penyebab stres yang parah terhadap kesehatan mental mempengaruhi seluruh populasi, termasuk pemboman dan pengepungan,” tutur Ridwan.

Merujuk pada data Sitrep (situation report) yang dirilis oleh WHO per 23 Desember 2023 menunjukan bahwa sebanyak 20.057 jiwa korban meninggal, sementara 70 persennya adalah perempuan dan anak-anak, jelasnya.

Jumlah korban cidera dan luka-luka mencapai 53.320 jiwa dari 36 jumlah rumah sakit, hanya sembilan rumah sakit yang berfungsi, namun belum normal kondisinya, pungkas Kadiv PB Markas Pusat PMI Ridwan S. Carman.

Iklan