Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bintan dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama pada kamis Kamis (8/1/2026), bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bintan.
Kegiatan ini juga disejalankan dengan pelantikan pengurus Majelis Daerah Forum Alumni HMI-Wati (MD Forhati) Kabupaten Bintan, sebagai bentuk penguatan peran organisasi perempuan dan alumni dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Bintan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya kegiatan itu. Menurutnya, seminar ini tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga ruang refleksi dan pembentukan kesadaran generasi muda dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Seminar ini bukan hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga ruang refleksi dan pembentukan kesadaran bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Hafizha.
Lebih lanjut, Hafizha menegaskan bahwa stunting dan pernikahan dini bukan sekadar persoalan kesehatan atau sosial, melainkan persoalan serius yang menyangkut masa depan bangsa. Anak yang tumbuh tidak optimal akibat stunting serta pernikahan yang dilakukan sebelum kesiapan fisik, mental, dan ekonomi dinilai dapat berdampak panjang terhadap kualitas keluarga dan generasi berikutnya.
“Stunting dan pernikahan dini bukan hanya isu kesehatan atau sosial, tetapi persoalan masa depan bangsa yang harus kita cegah bersama sejak dini,” tegasnya.
Sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, ia menekankan bahwa keluarga merupakan pondasi utama pembangunan manusia. Keluarga yang sehat, terencana, dan berpendidikan akan melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.
“Keluarga adalah pondasi utama pembangunan manusia. Oleh karena itu, pencegahan pernikahan dini dan percepatan penurunan stunting harus dimulai sejak remaja, sejak hari ini,” ungkap Hafizha.
Melalui seminar yang diikuti oleh siswa SMA, remaja masjid, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait ini, Ketua TP PKK berharap para peserta memperoleh pemahaman yang utuh mengenai pentingnya menjaga kesehatan, melanjutkan pendidikan, serta merencanakan masa depan dengan bijak.
Ia juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan, termasuk MD Forhati.
“Mari kita jadikan momentum Hari Amal Bakti Kementerian Agama ini sebagai penguat komitmen bersama untuk mewujudkan Bintan bebas stunting, menekan pernikahan dini, dan melahirkan generasi yang sehat serta berkualitas,” pungkasnya. []
(Nurdin)

.png)