Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Pengesahan Warga Baru 2026, Kacab PSHT Kabupaten Blitar: Junjung Tinggi Ajaran Budi Pekerti Luhur

Faisal Nur Rachman
16 Juni 2026, 18:28 WIB Last Updated 2026-06-18T11:41:17Z
Warga Baru PSHT Cabang Kabupaten Blitar Setelah Ikuti Prosesi Pengesahan, Selasa (16/6/2026)/Liputanesia.co.id/Foto: Ist.

Kabupaten Blitar - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar resmi mengesahkan ratusan calon warga baru menjadi warga baru PSHT di Gedung Serbaguna Pemkab Blitar yang terletak di Jalan Sudanco Supriadi Kota Blitar, Selasa (16/6/2026), dini hari.

Rangkaian prosesi pengesahan warga baru berlangsung sejak sekira pukul 20.00 WIB, Senin (15/6/2026). Jajaran pengurus cabang, dewan pembina, sejumlah warga tingkat dua, dewan pengesah, para warga PSHT Kabupaten Blitar hingga perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir pada acara yang bernuansa sakral ini.

Bertepatan dengan tahun baru Islam atau memasuki bulan Muharram alias bulan Suro sebagaimana penanggalan Jawa, ratusan calon warga baru PSHT Kabupaten Blitar dilakukan rangkaian ritual prosesi pengesahan yang berjalan dengan tertib dan khidmat.

Ketua PSHT Cabang Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono, menyampaikan selamat kepada segenap warga baru yang usai disahkan sebagai bagian dari keluarga besar daripada PSHT.

"Selamat kepada adik-adikku. Jadilah pendekar yang benar-benar bermental pendekar. Serap dan jalankan ajaran besar kita, ajaran berbudi pekerti luhur PSHT," ungkap Tugas di dalam penyampaian sambutannya di dalam rangkaian acara pengesahan warga baru itu.

Sebagai warga PSHT, pria yang biasa dipanggil Bagas ini berpesan agar berani bertindak di atas kebenaran. Bertindak tidak di atas kebenaran sekaligus berlaku budi yang bernafaskan kekerasan dan anarki, Bagas menegaskan itu sama sekali bukan tindak laku seorang warga PSHT.

"Mari kita berorganisasi dan bermasyarakat dengan tidak menyalahi aturan hukum dan etika. Kita harus berkembang menjadi organisasi yang haus prestasi dan bukan perkumpulan orang urakan yang tidak faham aturan hukum maupun etika. Kita tidak mengenal kekerasan. Tetapi kita keras mengejar prestasi dan diajarkan berani melawan mereka yang menciptakan masalah dengan kita karena atas dasar kebenaran," tegas Bagas.

Dia turut berpesan agar warga baru setia kepada organisasi dan ikut ambil peran berpartisipasi mengembangkannya. Prestasi menurutnya harus menjadi orientasi besar pergerakan organisasi dan juga agar meninggalkan hal-hal yang justru membuat orang tidak berempati terhadap PSHT.

"Jaga marwah dan martabat organisasi. Tegakkan etika dan aturan hukum yang berlaku. Besarkanlah PSHT di atas ajaran budi pekerti luhur," pungkasnya.

Iklan