Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

HD Terima Audiensi KPAD Sumsel

Liputanesia
04 September 2023, 21:25 WIB Last Updated 2023-09-07T09:22:02Z


Palembang - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sumatera Selatan yang telah dilantik dan dikukuhkan pada 15 Agustus 2023 yang lalu, Hari ini, Senin (04/09/23) beraudiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD), bertempat di Ruang Tamu Gubernur.

Didalam kesempatan tersebut, Ketua KPAD Sumsel, DR. Dwi Noviani mengenalkan Para Anggota Komisioner KPAD Sumsel, juga menyampaikan bahwa saat ini KPAD Sumsel akan segera membentuk KPAD tingkat Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.

Berkaitan hal tersebut, Ia memohon dukungan dari Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru dalam pelaksanaannya, "Kami juga memohon dukungan Pak Gubernur terhadap kami untuk berkoordinasi dengan kab/kota untuk pembentukan KPAD ucapnya" kepada HD.

Ia juga menambahkan bahwa KPAD Sumsel akan segera membentuk Relawan Anti Kekerasan Anak (RAKA) yang akan mendukung program KPAD dalam melindungi anak di Sumsel.

Menanggapi apa yang telah disampaikan, HD mengatakan bahwa dirinya tentu akan dukungan serta memberi fasilitas yang dibutuhkan, seperti mobil operasional agar KPAD Sumsel dalam berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota menggunakan kendaraan tersebut.

Dalam kesempatan itu, HD juga meminta agar KPAD Sumsel dapat bergerak lebih agresif dalam menyerap informasi ditengah masyarakat dan tidak hanya sekedar menunggu laporan masuk saja.

"KPAD adalah bridging. bukan penyidik, bukan juga hakim, bagaimana mendekatkan satu masalah itu kepada kesimpulan dan bukan membentuk opini tapi menuntaskan sebuah opini. Saya harap KPAD Sumsel dapat berbuat, bertindak dan sebelumnya menyerap informasi harus lebih agresif dari pada LSM yang secara mandiri membentuk diri", ucap HD.

HD juga meminta agar KPAD Sumsel dapat melakukan tindakan - tindakan pencegahan agar mengurangi laporan atau kasus - kasus yang berkaitan dengan anak. 

"Saya minta KPAD ada kemitraan dengan institusi pendidikan, karena kita harus melakukan tindakan preventif, ini yang terpenting. Tidak semata hadir ketika ada kasus yang menonjol saja, jadi upayakan pencegahan. Fokus kita bukan penyelesaiannya, akan tetapi penyebab dari kasus yang terjadi", tutup HD sebelum mengakhiri pertemuan.

Iklan