Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Sosialisasi Dalam Rangka Mendukung Program Makan Gratis Bersama Mitra Kerja DPR RI Komisi IX di Campurdarat

Redaksi Liputanesia
24 Feb 2026, 22:28 WIB Last Updated 2026-02-24T17:34:59Z
Suasana sosialisasi MBG dari Komisi IX DPR RI Nurhadi, di GOR Gedangan Campurdarat, Selasa (24/2/2026)/Liputanesia/Foto: Sugeng Hariyadi.

Tulungagung - Guna memastikan kesiapan di tingkat akar rumput, Komisi IX DPR RI bersama kementerian terkait menggelar sosialisasi intensif Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan yang bertujuan memperkuat fondasi kesehatan nasional ini dilaksanakan di GOR Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Selasa (24/2/2026).

Sosialisasi ini diikuti oleh sedikitnya 250 peserta yang berasal dari empat desa di wilayah Campurdarat, yakni:

1. Desa Pojok
2. Desa Sawo
3. Desa Tanggung
4. Desa Ngentrong

Dalam sambutan pembukanya, Rizki Ranisa menekankan bahwa implementasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus membawa efek domino bagi ekonomi lokal.

Ia berharap program ini mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mengutamakan bahan baku dari daerah sendiri.

"Program Makan Bergizi Gratis ini harus berdampak nyata bagi petani dan UMKM di Tulungagung. Kita ingin mereka memiliki pasar yang jelas untuk produk sayur, beras, dan komoditas unggulan lainnya, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat seiring berjalannya program ini," tegas Rizki.

Nurhadi, anggota DPR RI Komisi IX dalam arahannya menyampaikan bahwa MBG bukan sekadar program bagi-bagi makan siang. Ini adalah langkah strategis nasional untuk memutus rantai stunting sekaligus meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa depan.

"Kami ingin memastikan setiap porsi yang sampai ke anak-anak memenuhi standar kecukupan gizi yang ketat. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar implementasi di lapangan tetap transparan dan akuntabel," ujar legislator asal NasDem tersebut.

Peringkat IQ Indonesia yang sering disebut berada di posisi bawah di Asia Tenggara (bersaing dengan Timor Leste dan Laos di kisaran skor 78-79) memang menjadi perhatian serius pemerintah saat ini

"Negara tingkat kecerdasan nya tinggi ranking 1 adalah negara Singapura di lanjut vietnam, malaysia dari 11 negara di asia tenggara," ujar Nurhadi.

"Kita ingin anak-anak kita tidak hanya kenyang, tapi juga sehat dan cerdas. Program Makan Bergizi Gratis ini adalah langkah konkret pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya karena kendala ekonomi," tegasnya.

Dukungan teknis juga datang dari mitra kerja Komisi IX, termasuk Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) RI melalui KPPG Surabaya. Ainun Marifah, S.STP., Kabag TU KPPG Surabaya, memberikan panduan mengenai pentingnya komposisi menu seimbang.

Menurut Ainun, program ini didesain bukan hanya untuk mengenyangkan perut, melainkan untuk mengoptimalkan kecerdasan dan pertumbuhan fisik generasi muda.

"Sosialisasi ini diharapkan mampu membangun optimisme publik. Makan Bergizi Gratis adalah investasi jangka panjang kita semua menuju Indonesia Emas 2045. Kami hadir untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai standar nutrisi hingga mekanisme distribusi yang efektif," pungkasnya.

(Sugeng Hariyadi)

Iklan