Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Menteri LH Sidak ke Ciamis, Lihat Langsung Pengelolaan Sampah Predikat Kota Kecil Terbersih se ASEAN

Heru Pramono
2 Feb 2026, 01:11 WIB Last Updated 2026-02-01T18:11:31Z
Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq (kanan depan topi hitam), Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, (kiri topi merah) Tengah Diwawancara Wartawan, Minggu, (1/2/2026) Siang di Bang Sampah Ciamis./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono).

Ciamis - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan sidak ke Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Minggu (1/2/2026).

Kehadiran Menteri LH dan tim ke Ciamis tiada lain ingin melihat langsung keberadaan kota kecil terbersih se ASEAN atau se Asia Tenggara tahun 2025 kemarin.

Mereka melakukan sidak ke beberapa lokasi terutama pada pengelolaan sampah sebagai bagian dari proses penilaian Penghargaan Adipura 2026.

Hanif turun langsung ke pelosok desa dan sudut-sudut wilayah kabupaten, memastikan kondisi faktual di lapangan dan mengukur keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Ia menemukan keunggulan di Ciamis, yaitu warga yang telah menerapkan pemilahan sampah dari rumah, meskipun di lingkungan dengan keterbatasan sarana.

"Ciamis berpotensi menjadi contoh nasional dalam penanganan sampah berbasis partisipasi warga," ujar Hanif saat diwawancara wartawan, Minggu, (1/2/2026) siang.

Ia bahkan menyebut Ciamis sebagai daerah dengan potensi tertinggi untuk memulai penyelesaian krisis sampah nasional.

Hanif juga menyampaikan tantangan pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Ciamis jauh lebih kompleks dibandingkan kota.

Luas wilayah, persebaran penduduk, serta keterbatasan infrastruktur menjadi faktor utama yang harus dihadapi.

“Kabupaten dan kota itu sangat berbeda. Kalau kota terjadi konsentrasi penanganan yang relatif lebih mudah dimanajemeni, tetapi kabupaten tidaklah sesederhana itu. Karena itu saya sengaja masuk langsung ke pelosok-pelosok Ciamis,” ungkapnya.

Hanif berharap "Ciamis dapat meraih Penghargaan Adipura 2026 dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan," harapnya.

Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah modern di daerahnya.

Hingga saat ini, Pemkab Ciamis belum mampu mengelola sampah secara optimal menggunakan teknologi mesin.

“Dengan keterbatasan anggaran, kami belum bisa bergerak leluasa. Pengelolaan sampah berbasis mesin belum sepenuhnya bisa kami lakukan,” katanya.

Namun, ia berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan masyarakat dan menjadikan Ciamis sebagai daerah terbersih di Jawa Barat dan nasional.

“Saat ini kami mengandalkan peran serta masyarakat untuk memilah sampah mulai dari rumah masing-masing,” imbuh Bupati.

Herdiat juga menyampaikan mimpi besar menjadikan Ciamis sebagai daerah terbersih, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di tingkat nasional bahkan dunia.

Meski demikian, Ia berharap pada tahun 2026 Kabupaten Ciamis mampu meraih Penghargaan Adipura," Amin lirihnya.

Iklan