![]() |
| Kepala Sekolah SD Negeri 9 Murah Mulia, Fitriani (tengah) santuni anak yatim, di lingkungan sekolah, Rabu (4/2/2026)/Liputanesia/Dok. Ist. |
Kegiatan tahunan ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan siswa SD Negeri 9 Murah Mulia. Turut hadir pimpinan dayah setempat Abi Muslim, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur Gampong Mesjid, Kecamatan Murah Mulia.
Kepala SD Negeri 9 Murah Mulia, Fitriani, mengatakan, bahwa kenduri Nisfu Sya’ban merupakan agenda rutin sekolah dalam rangka memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial bagi peserta didik. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan rasa kepedulian dan empati sejak usia dini.
“Melalui peringatan Nisfu Sya’ban ini, kami ingin membiasakan anak-anak untuk peduli terhadap sesama, khususnya anak yatim. Ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang tidak hanya diperoleh di dalam kelas,” ujar Fitriani.
Selain kenduri Nisfu Sya’ban, SD Negeri 9 Murah Mulia juga secara konsisten melaksanakan program Sedekah Jumat Berkah dengan melibatkan partisipasi aktif para siswa.
Melalui program ini, siswa dilatih untuk belajar berbagi dengan menyisihkan sebagian uang saku mereka setiap hari Jumat di lingkungan sekolah. Program Sedekah Jumat Berkah tersebut
bertujuan menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta membentuk kebiasaan bersedekah sejak dini. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, termasuk membantu siswa kurang mampu dan memberikan santunan kepada anak yatim.
Fitriani menjelaskan, dana santunan pada kegiatan kenduri Nisfu Sya’ban kali ini juga berasal dari kepedulian para guru SD Negeri 9 Murah Mulia yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya.
Sementara itu, Pengawas Binaan SD Negeri 9 Murah Mulia, Rosmawati, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti kenduri Nisfu Sya’ban mencerminkan peran sekolah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembinaan nilai sosial dan kemanusiaan.
“Sekolah seperti ini patut menjadi contoh karena mampu menghadirkan pendidikan yang menyentuh hati dan membentuk karakter siswa,” kata Rosmawati.
Dukungan juga disampaikan Geuchik Gampong Mesjid, Putri Sri Wahyuni. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi wadah kolaborasi antara sekolah, tokoh agama, dan pemerintah gampong dalam membangun nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Abi Muslim, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 15 anak yatim. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama antara guru, siswa, dan masyarakat sebagai simbol kebersamaan serta solidaritas sosial.
(Ramzani)

