Notification

×

Ubah Pola Pikir, Manfaatkan Lahan Yang Ada

22 Jul 2022 | Juli 22, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-11T05:06:02Z

Liputanesia, Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn membuka Pelatihan Integrated Farming dengan menggunakan teknologi MA-11. Bertempat di Aula BPP Karang Baru, pelatihan berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 21 hingga 22 Juli 2022, Jumat (22/7/2022).

Dalam sambutan Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M.Kn mengatakan terkait masalah pelatihan ini bahwa telah dijelaskan sebelumnya oleh Deputi Bank Indonesia perwakilan Aceh,Tengku Amir Hamzah, serta Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Gunawan.

“Untuk pertanian organik sendiri di Aceh Tamiang, kita sudah berhasil di padi organik yang sudah diakui kualitasnya. Saat ini, lahan pertanian (sawah) di Indonesia sudah terbatas, namun bagaimana caranya kita sekarang ini dengan lahan yang tidak bertambah namun hasil produksinya meningkat, salah satunya ialah dengan cara organik. Pelatihan hari ini akan mengajarkan kepada kita bagaimana mengolah itu semua dan ini merupakan terobosan yang sangat baik,” ungkapnya.

Bupati Mursil menjelaskan pola pikir masyarakat harus diubah dengan memanfaatkan lahan yang ada. Di rumah kita, misalnya, sambungnya, seperti dengan menanam tanaman yang memiliki nilai jual.
Kepada Deputi BI Aceh dan Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Bupati menjelaskan bahwa pengelolaan tata niaga dan rantai pasok produk hasil pertanian/perikanan di Aceh mesti dibenahi.

“Tata niaga di masyarakat kita ini khususnya petani harus dibenahi, bagaimana dengan hasil panen yang melimpah ruang namun harga tidak anjlok. Tentunya besar harapan saya ke depannya ada lagi pelatihan di Aceh Tamiang yang tentunya dapat meningkatkan ilmu petani-petani kita di Aceh Tamiang, dan Pemkab akan dukung sepenuhnya,” ujarnya.

Sebelumnya dalam sambutan Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Tengku Amir Hamzah menjelaskan bahwa program Integrated Farming ini merupakan program kolaborasi KPw BI Lhokseumawe dan KPw BI Aceh dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi di daerah serta sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi melalui sektor ketahanan pangan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah bersedia hadir. Pelatihan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Besar, hari di Aceh Tamiang dengan mengundang narasumber Bapak Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, M. Eng,” imbuhnya.

Pelatihan ini bertujuan, melakukan pertanian secara terintegrasi, dan Bank Indonesia sangat konsen tentang ketahanan pangan di Indonesia dan sudah menjadi tugas BI agar tidak terjadi inflasi.

“Saat ini Kita dihadapkan dengan masalah yang sama dengan daerah lain yaitu kelangkaan pupuk dan masalah lainnya. Dengan keadaan seperti itu lah yang memaksa kita untuk beralih ke organik dan para petani haruslah dibekali dengan ilmu selaku pelaku dilapangan,” terangnya.

Ia berharap pertanian dapat menjadi satu kesatuan yang bisa menurunkan angka produksi dan meningkatkan produktivitasnya. Tentunya hal ini nantinya akan dipantau bagaimana implementasi nya di lapangan, hingga bisa dibuktikan secara terukur. Oleh karenanya Pemkab dan BI harus bersinergi namun tanpa dukungan dari kelompok tani, tidak akan bisa berjalan dengan baik.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan semoga program ini bisa berkelanjutan kedepannya. Dan semakin banyak petani kita memahami integrated farming,” tutupnya.

Sementara itu, dalam Sambutan Kepala Kantor Perwakilan Cabang Lhokseumawe Gunawan, mengatakan bahwa ketahanan pangan sangatlah penting.

“Pelatihan ini tentu saja mengarah untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menjaga inflasi. Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen bersama dari semua pihak terutama kelompoktani,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan perwakilan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Perwakilan Kepala Dinas Perindustrian, UKM dan Koperasi, Koordinator BPP Karang Baru, para perwakilan dari 25 Kelompoktani yang berasal dari 7 Kabupaten/Kota, serta undangan lainnya.

Sumber: Humas