Peletakan batu pertama dihadiri para pejabat Ciamis, tokoh ulama, masyarakat dan para alumni Darussalam.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Dr. KH. Fadili Yani Ainusyamsi yang akrab disapa Kang Icep dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya peletakan batu pertama Masjid Raya Darussalam.
Ia menegaskan pembangunan masjid ini memiliki nilai historis dan spiritual yang mendalam dalam tradisi Islam.
Masjid pertama dalam sejarah Islam adalah Masjid Quba yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun pertama Hijriah, dan diawali dengan peletakan batu pertama.
"Tradisi ini telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga Nabi Muhammad SAW. Hari ini, kita melanjutkan nilai-nilai luhur tersebut dalam pembangunan Masjid Raya Darussalam,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk Baznas, BDMI, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, tokoh masyarakat, serta para alumni Darussalam yang terus berkontribusi dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.
Luas Pembagunan Masjid Direncanakan 5.040 Meter Persegi atau 420 Bata
Kang Icep menjelaskan, bahwa pembangunan Masjid Raya Darussalam direncanakan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 5.040 meter persegi atau 420 bata, dengan ukuran bangunan utama sekitar 40 x 40 meter.Ruang dalam masjid akan memiliki lebar sekitar 36 x 28 meter, dilengkapi halaman serta area penunjang yang memanjang ke bagian belakang. Total estimasi anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp8,5 miliar.
“Kami optimistis, dengan niat ikhlas membangun rumah Allah, insya Allah segala proses akan dimudahkan. Kita berikhtiar, namun sepenuhnya menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT, karena Allah Maha Kaya dan Maha Mencukupi," pungkasnya.

