Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Dinkes Tulungagung Perkuat Sinergi Program Makan Bergizi Gratis Bersama Komisi IX DPR RI

Redaksi Liputanesia
25 Feb 2026, 19:45 WIB Last Updated 2026-02-25T12:45:00Z
Dr. Desi Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung saat memarkan materi di depan peserta sosialisasi MBG di GOR Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Selasa (24/2/2026)/Liputanesia/Foto: Sugeng Hariyadi.

Tulungagung - Akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dimatangkan hingga ke tingkat akar rumput. Dalam agenda sosialisasi bersama Komisi IX DPR RI yang digelar di GOR Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Selasa (24/2/2026).

Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung memaparkan kesiapan teknis dan standar nutrisi demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Edukasi Nutrisi Spesifik: Beda Usia, Beda Porsi

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Dr. Desi Lusiana Wardhani, hadir sebagai narasumber utama untuk mengedukasi 250 peserta dari empat desa (Pojok, Sawo, Tanggung, dan Ngentrong).

Ia menekankan bahwa Program MBG dirancang secara presisi berdasarkan kebutuhan biologis penerima manfaat.

"Komposisi menu MBG tidak dipukul rata. Ada perbedaan signifikan antara anak PAUD, SD, SMP, hingga SMA, baik dari sisi kalori maupun kebutuhan proteinnya. Terlebih untuk ibu hamil, komponen nutrisinya sangat khusus karena harus mendukung pertumbuhan janin dan kesehatan ibu sekaligus," jelas dr. Desi.

Peran Strategis Dinas Kesehatan dalam Satgas MBG

Sebagai bagian dari Satgas MBG Kabupaten, Dinas Kesehatan memegang kendali pada aspek keamanan dan kualitas melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dr. Desi merinci tiga tugas krusial Dinkes dalam mendukung operasional SPPG :

1. Layanan Kesehatan Pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh karyawan SPPG.
2. Sanitasi Pengawasan dan pemeriksaan kualitas air secara rutin.
3. Standarisasi Pelatihan teknis bagi para penjamah makanan (food handlers) agar proses pengolahan higienis.

Selain itu, Dinkes juga menjalankan fungsi Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada pelaksanaan distribusi makanan serta penguatan edukasi melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

"Harapan kami, sosialisasi ini membangun optimisme publik. MBG adalah fondasi kita menuju Indonesia Emas 2045," pungkas dr. Desi menutup sesi wawancara.

Memutus Rantai Stunting dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menegaskan, bahwa MBG adalah investasi SDM jangka panjang. Program ini bukan sekadar urusan perut, melainkan langkah strategis memutus rantai stunting.

"Kami ingin memastikan setiap porsi yang sampai ke anak-anak memenuhi standar kecukupan gizi yang akuntabel. Selain itu, program ini harus menjadi katalis ekonomi lokal. Beras, sayur, dan produk UMKM Tulungagung harus terserap maksimal dalam rantai pasok MBG," tegas Nurhadi.

Senada dengan hal tersebut, Ainun Marifah dari BGN RI menambahkan bahwa panduan teknis menu seimbang telah disiapkan agar dampak program terasa pada kecerdasan dan pertumbuhan fisik generasi muda secara nyata.

(Sugeng Hariyadi)

Iklan