Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Ciamis Masih Menjadi Kabupaten Terbersih se-Indonesia

Heru Pramono
26 Feb 2026, 00:20 WIB Last Updated 2026-02-25T17:25:30Z
Menteri LH-RI, Hanif Faisol Nurofiq (tengah), Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Giyatno (kiri), dan Sekretaris DPRKPLH Ciamis, Aris Taufik Abadi (kanan) Usai Menerima Penghargaan, di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu, (23/2/2026) pagi./Liputanesia. (Foto: Dok. Heru Pramono).

Ciamis - Pemerintah Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat masih menjadi predikat kabupaten terbersih se Indonesia tahun 2026.

Hal ini diumumkan Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH), pada acara Rapat Kordinasi Nasioanl (rakornas) pengelolaan sampah di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu, (23/2/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq melalui Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, rakor merupakan bagian dari kegiatan HPNS.

"Rakor merupakan bagian kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPNS) 2026 yang digelar selama dua hari, terhitung Senin, 25 hingga besok Selasa, 26 Februari 2016," terangnya.

Disebutkan, Rosa, tujuan rakor untuk mendorong akselerasi pengelolaan sampah di daerah dan menyampaikan hasil penilaian kinerja.

Penghargaan Diberikan Langsung Oleh Menteri LH-RI Kepada Pemda Ciamis

Penghargaan Diraih Pemda Ciamis Dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kabupaten Terbersih./Liputanesia. (Foto: Dok. Heru Pramono).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M. M melalui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ciamis, Dr. H. Taufik Gumelar, M. T bersama kabupaten/kota lainnya yang menerima penghargaan.

Secara nasional Kabupaten Ciamis masih tetap peringkat pertama sebagai kabupaten terbersih. Sementara di Jawa Barat, ada dua kota yang masuk diantaranya Pemkot Banjar peringkat keempat dan Pemkob Bogor keenam, disusul oleh Pemkot Surabaya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis meraih kabupaten terbaik dalam hal perawatan sampah 2025, dengan nilai kinerjanya 74,68 dalam kategori Menuju Kota/Kabupaten Bersih Tahun 2025.

"Capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan partisipasi masyarakat di Ciamis dinilai efektif dan berkelanjutan oleh pemerintah pusat, " terang Menteri.

Menteri Soroti TPA Banyak Yang Kritis

Dalam sambutannya, Hanif Faisol Nurofiq menyoroti kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia yang semakin kritis.

Ia mengungkapkan bahwa rata-rata usia TPA nasional telah mencapai 17 tahun dan secara teknis dibatasi maksimal 20 tahun.

“Bapak Presiden mengingatkan bahwa kita hanya memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk menyelesaikan persoalan sampah secara serius dan terintegrasi dari hulu ke hilir,” tegas Hanif.

Ia menambahkan, baru sekitar 34 persen TPA yang telah meninggalkan praktik open dumping, sementara 66 persen lainnya masih harus bertransformasi menuju sistem controlled landfill dan sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.

"Transformasi tersebut dinilai krusial untuk menekan pencemaran tanah, air, dan udara, sekaligus mengendalikan lindi serta gas metana secara lebih aman," imbuh Menteri.

Keberhasil Ciamis Hasil Kolektif Seluruh Elemen

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno, menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.

Prestasi ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari konsistensi dan inovasi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah gotong royong. Terima kasih kepada semua pihak, mulai dari Bupati, pasukan ungu, bank sampah induk dan unit, kelompok maggot dan komposter, serta masyarakat yang menjadikan kebersihan bukan sekadar program, tetapi sudah menjadi budaya dan tradisi di Ciamis,” ujarnya.

Menurut Giyatno, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen dan konsistensi Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang terus mendorong gerakan kebersihan secara berkelanjutan.

“Pak Bupati selalu mengingatkan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Beliau konsisten, bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga hadir langsung di lapangan, memberikan solusi nyata dan memastikan program berjalan,” tambahnya.

Ia menuturkan, penghargaan yang diraih bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah agar Ciamis semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan raihan Predikat Kabupaten Terbaik Nasional Pengelolaan Sampah ini, Ciamis semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang progresif dan adaptif terhadap tantangan lingkungan.

“Prestasi di Rakornas 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mempertegas bahwa pendekatan kolaboratif antara pimpinan daerah, masyarakat, dan sistem pengelolaan yang terstruktur mampu menjadi jawaban atas krisis TPA yang tengah dihadapi secara nasional,” pungkas Giyatno.

(LPADV 2026)

Iklan