Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Budaya Bersih-Bersih Diwajibkan di Kota Terbersih se-ASEAN

Heru Pramono
6 Feb 2026, 18:57 WIB Last Updated 2026-02-06T11:57:03Z
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya Pimpin Apel Gabungan di Stadion Galuh Ciamis, Jumat, (6/2/2026) Pagi./Liputanesia. (Foto: Dok. Heru Pramono).

Ciamis - Sebagai predikat kota kecil terbersih tingkat Asia Tenggara (ASEAN), Pemerintah Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat mewajibkan budaya bersih-bersih lingkungan.

Penekanan itu kembali ditegaskan, Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, pada apel gabungan yang dilaksanakan di Stadion Ciamis, Jumat, (6/2/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya dinas/OPD harus membudayakan bersih-bersih di lingkungan sekitar. "Mari Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita, " tegas Bupati.

Untuk mewujudkan cita-cita bersama tentu harus dilakukan secara bersama-sama. "Tanpa, kebersamaan omong kosong (bullshit) terwujud cita-cita," ujarnya.

Apel dikuti unsur Forkopimda, Kemenag, dan seluruh OPD di tingkat Kabupaten Ciamis serta dilangsungkan secara virtual seluruh kecamatan se-Kabupaten Ciamis hingga ke tingkat desa.

Bentuk komitmen bersama pada pengelolaan kebersihan dan penanganan sampah, masing-masing OPD melakukan penandatanganan Fakta Integritas.

Para ASN dan Warga Ciamis Tengah Bersama-sama Melakukan Bersih-Bersih di Sudut-Sudut Ciamis kota./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono/6/2/2026).

Masih dalam sambutan, Bupati menyampaikan bahwa penegasan ini seiring perintah Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto pada Rapat Kordinasi Nasional (rakornas) yang digelar di Sentul Bogor, Senin, (2/2/2026) kemarin.

Dalam Rakornas, Presiden menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga sektor pariwisata.

"Presiden mengungkapkan, penumpukan sampah telah terjadi di berbagai daerah, termasuk kawasan wisata nasional," tutur Bupati.

Seiring dengan itu, Presiden menerapkan sanksi tegas bagi daerah yang dinilai kotor atau sangat kotor. Pemerintah pusat menetapkan tiga kategori penilaian, yakni daerah bersih, kotor, dan sangat kotor.

Bahkan, di sejumlah daerah, kelalaian dalam penanganan sampah telah berujung pada sanksi hukum, termasuk pemidanaan terhadap oknum pejabat yang dinilai lalai menjalankan tugasnya.

“Kabupaten Ciamis tentu tidak ingin masuk dalam kategori daerah bermasalah dan berhadapan dengan hukum hanya karena pengelolaan lingkungan yang kurang baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan, pada 1 Januari kemarin, Menteri Lingkungan Hidup melakukan kunjungan kerja mendadak ke Kabupaten Ciamis tanpa pemberitahuan resmi.

Dalam kunjungan tersebut, menteri melakukan blusukan ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat, berdialog, serta menyerap aspirasi warga.

Dari hasil kunjungan tersebut masih ditemukan sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan pengelolaan sampah dengan baik.

"Meski sebagian warga telah memilah sampah dari rumah, masih ditemukan praktik pembuangan sampah organik ke sungai, pembakaran sampah, hingga penumpukan sampah di sekitar permukiman dan area pasar. Bahkan sejumlah kios pun mendapatkan teguran, baik lisan maupun tertulis," papar Herdiat.

Ditambahkan, Herdiat, secara nasional, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa Kabupaten Ciamis masih termasuk daerah dengan penilaian terbaik.

"Bahkan memperoleh nilai tertinggi, meskipun disertai beberapa catatan perbaikan yang harus segera ditindaklanjuti," imbuhnya.

Meski demikian, Bupati juga mengapresiasi budaya gotong royong bersih-bersih di Kabupaten Ciamis cukup baik dan ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Alhamdulillah, saya bangga menjadi bagian dari masyarakat Ciamis. Rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat Ciamis sangat luar biasa. Ini adalah modal dasar untuk merawat dan memajukan Ciamis,” ungkapnya.

Terpantau usai apel, seluruh peserta apel dan daring pun melakukan bersih-bersih disekitar, baik sudut-sudut Ciamis kota hingga tingkat pelosok desa.

Pelaksanaan aksi nyata kebersihan di Ciamis kota dilakukan mulai dari area stadion, pasar subuh, pasar manis Ciamis, terminal, hingga Jambansari dan Maleber.

"Aksi ini merupakan langkah nyata agar gerakan Ciamis lebih bersih tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan menjadi budaya bersama demi terwujudnya Ciamis yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkas Herdiat.

Iklan