Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Anggota DPRD Ciamis, H. Asep Rahmat Hadiri Musrenbang di Kecamatan Pamarican Serap Aspirasi Langsung Masyarakat

Heru Pramono
3 Feb 2026, 01:54 WIB Last Updated 2026-02-02T18:54:05Z
Anggota DPRD Ciamis, Dari Fraksi PAN, H. Asep Rahmat (tengah baju putih) Menghadiri Acara Musrenbang di Kecamatan Pamarican, Senin, (2/2/2026) siang./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono).

Ciamis - Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, H. Asep Rahmat dari Fraksi PAN menghadiri langsung kegiatan Musrenbang di Aula Kecamatan Pamarican, Senin, (2/2/2026) siang.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) yang merupakan kesepakatan pembangunan tingkat kecamatan itu dihadiri jajaran muspika kecamatan dan perwakilan seluruh desa yang ada di Kecamatan Pamarican berikut beberapa tokoh.

Kehadiran H. Asep Rahmat tiada lain ingin mengetahui langsung apa yang diinginkan masyarakat Pamarican pada kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan untuk RKPD tahun 2027.

Dalam forum tersebut, sejumlah warga dan perwakilan desa menyampaikan keluhan atau keinginan masyarakat.

Asep Rahmat menyampaikan, hasil mendengarkan langsung keluhan maupun keinginan masyarakat Pamarican cukup komplek.

Namun Ia menyoroti, di Pamarican masih banyak sarana prasarana umum (fisik) yang dinilai kurang memadai, bahkan miris tidak layak pakai.

"Untuknya dirinya akan memperjuangkan di Kabupaten, agar apa yang diinginkan masyarakat Pamarican kedepan tercapai," ujarnya.

Jalan dan Sekolah di Pamarican Perlu Perhatian

Keinginan masyarakat itu tampaknya persoalan sarana fisik di Kecamatan Pamarican masih banyak yang perlu di perbaiki atau dibangun.

"Kondisi fisik jalan dan Sekolah Dasar (SD) masih banyak yang sangat perlu diperbaiki atau di bangun," tuturnya.

Bahkan ada Sekolah Dasar (SD) yang dinilai tidak layak pakai dan membahayakan keselamatan siswa terpaksa harus dirobohkan.

“Saya sangat prihatin mendengar langsung bahwa di Kecamatan Pamarican masih banyak sekolah yang tidak layak pakai, bahkan membahayakan," ungkapnya.

Asep juga menyinggung keterbatasan anggaran daerah yang kerap menjadi alasan belum terealisasinya seluruh program pembangunan.

Meski demikian, Ia menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama.

Apa artinya anak-anak kita diberi makan bergizi kalau sekolahnya hampir roboh? Anak-anak tidak nyaman dan aman belajar.

"Negara wajib menjamin mereka mendapatkan tempat belajar yang layak serta guru yang berkualitas,” paparnya.

Ia juga mengaitkan persoalan diatas dengan visi nasional pembangunan sumber daya manusia unggul.

Menurutnya, jargon Indonesia Emas tidak akan terwujud apabila kebutuhan dasar pendidikan di daerah masih terabaikan.

“Jangan hanya membangun slogan Indonesia Emas, tapi mari kita kembali pada instrumen dasar kehidupan. Anak-anak butuh ruang belajar yang layak agar benar-benar lahir generasi emas di masa depan,” imbuhnya.

Selain itu juga, Asep menilai, usulan yang menyentuh langsung sektor pendidikan dan kesehatan masih relatif sedikit dibandingkan pembangunan infrastruktur lainnya.

"Kondisi jalan di Pamarican juga masih banyak yang perlu diperbaiki atau dibangun, " katanya.

Ia pun mendorong adanya keseimbangan dalam perencanaan pembangunan ke depan, serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih peduli dan berkolaborasi secara nyata demi kemajuan Kecamatan Pamarican.

“Ini era keterbukaan. Mari kita bersama-sama memperjuangkan pendidikan dan kesehatan dengan kepedulian yang nyata, agar Pamarican ke depan bisa lebih maju dan berdaulat,” pungkasnya.

Iklan