Akibatnya sekitar 450 rumah warga terendam banjir dan 164 orang warga terpaksa diungsikan ke tempat-tempat yang aman, seperti Masjid dan Madrasyah.
Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa yang meninggal dunia. Hanya harta benda warga korban banjir merugi yang belum dapat dihitung.
Kepala Desa Bangunsari Kecamatan Pamarican, Subhan Hadi Suroso, saat dikonfirmasi Liputanesia, Senin, (16/2/2026) malam mengatakan, tanggul Sungai Cintalahab kembali jebol sekitar pukul 16.00 WIB pada sore tadi.
"Sebelumnya tanggul jebol terjadi di titik yang sama. Namun sekarang tanggul yang jebol terjadi di sebelah Barat dari tanggul yang kemarin jebol sempat ditangani tergerus dan jebol kembali," katanya.
Banjir yang sekarang lebih parah dibanding dengan banjir sebelumnya. Mengingat debit air yang sekarang ini sebenarnya kiriman dari hulu (atas).
"Kurang lebih 450 rumah saat ini terendam banjir dan sebanyak 164 orang warga diungsikan ke tempat-tempat yang aman, seperti Masjid dan Madrasyah," ucapnya.
Meski banjir sepinggang orang dewas dan arus air deras, Alhamdulillah kejadian kali ini juga sama dengan kejadian sebelumnya tidak menimbulkan korban meninggal dunia.
"Banjir terparah terjadi di lima (5) Rukun Tetangga (RT) yaitu RT 8 RW 01 dan RT 3, 4, 5, 6 RW 02 Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari. Banjir menggenai mencapai 1 meteran atau sepinggang orang dewasa," ujarnya.
"Dampak terendam banjir bukan hanya Desa Bangunsari melainkan Desa Sukahurip, Keryahayu dan Pamarican, namun tiga desa tersebut tidaklah begitu parah," jelasnya.
Tanggul Jebol Ditangani BBWS Citanduy Baru Selesai
Pasca tanggul jebol dan menyebabkan banjir ke warga dan ratusan hektar sawah terendam banjir sebelumnya baru selesai ditangani Balai Besar Sungai (BBWS) Citanduy.
"Tanggul jebol kali ini terjadi sekitar 10-15 meter. Jebol terjadi di titik yang sama dari sebelumnya, hanya di sebelah baratnya," terang kepala desa.
Namun, kini kembali jebol lagi dikarenakan debit air sungai cukup tinggi. Tinggi nya debit air sebenarnya bukan karena hujan deras di daerahnya melainkan karena memang air kiriman dari hulu.
Ia, menyebut, hujan di daerah nya hanya usai dzuhur tapi sebelumnya air meluap deras dan tinggi karena kiriman air dari hulu. .
"Penanganan tanggul jebol itu baru selesai ditangani BBWS Citanduy, tapi kini jebol kembali, " tuturnya.
Proses Evakuasi Berlangsung Hingga Malam Hari
![]() |
| Proses Evakuasi Warga Korban Banjir Oleh Tim Berjalan Hingga Malam Hari, Senin, (16/2/2026)./Liputanesia. (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Ciamis) |
Demi tidak adanya korban jiwa yang tidak diinginkan, sebagaian warga bersama tim Tagana, jajaran TNI-Polri dengan cepat menangani penanganan.
Proses evakuasi pun berjalan hingga malam hari. Terpantau sebagian warga, para relawan Taruna Siaga Bemcana (TAGANA) serta unsur pemerintah lain langsung mengevakuasi warga ke tempat pengungsian.
Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis pun dengan cepat membawa kebutuhan warga korban banjir mulai dari matras tempat tidur, selimut dan kebutuhan makanan.


