Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Sapi Meugang untuk Warga Terdampak Banjir 852 Desa di Aceh Utara Disalurkan

Redaksi Liputanesia
17 Feb 2026, 15:39 WIB Last Updated 2026-02-17T08:39:17Z
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (tengah), didampingi Asisten 3 (tiga), Dayan Albar, dan Sekda, Jamaluddin, di Ruangan op room Kantor Bupati Landeng, Senin (16/2/2026)/Liputanesia/Foto: Ramazani.

Aceh Utara - Bupati Aceh Utara menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas bantuan daging meugang bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut telah disalurkan ke 852 desa dengan jumlah sapi yang berbeda di setiap desa.

Pernyataan itu disampaikan dalam agenda jumpa pers evaluasi pemulihan dampak banjir, Senin (16/2/2026), di Op Room Kantor Bupati Aceh Utara.

“Alhamdulillah, sapi-sapi sudah dibagikan kepada masyarakat di 852 desa di Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah yang bervariasi,” ujar Bupati yang akrab disapa Ayahwa kepada wartawan.

Ia meminta masyarakat mensyukuri bantuan tersebut, terutama menjelang tradisi meugang. Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga daging di tengah kondisi bencana.

Sebelumnya, pemerintah daerah menggelar inspeksi mendadak ke Pasar Induk Hewan Panton Labu untuk memastikan harga tetap stabil. Pengawasan akan terus dilakukan bersama dinas terkait agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan warga.

“Jangan sampai ini dijadikan kesempatan untuk menaikkan harga. Kasihan masyarakat kita yang sedang terdampak,” katanya.

Terkait temuan kayu di sejumlah lokasi, Bupati menyatakan pemerintah daerah telah melaporkannya kepada Menteri Kehutanan. Proses pembersihan masih berlangsung, dan kebakaran yang sempat terjadi telah dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dikerahkan.

Untuk penanganan kayu di kawasan Bukit Linting dan Krueng Kerto, pemerintah daerah akan mengerahkan alat berat setelah pekerjaan di Gampong Gedumbak selesai. Sekitar 13 hektare area terdampak akan dibersihkan guna mencegah persoalan lanjutan.

Menanggapi total bantuan dari pemerintah daerah lain dan pihak luar, Bupati menyatakan laporan rinci akan disampaikan setelah Lebaran melalui dinas terkait.

“Nanti akan kami sampaikan secara detail seluruh bantuan yang diterima pemerintah daerah,” ujarnya.

Terkait Belanja Tidak Terduga tahun 2025 dan 2026, ia meminta konfirmasi langsung kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah agar tidak terjadi kesalahan data.

Berdasarkan dokumen R3P, total kerugian akibat banjir di Kabupaten Aceh Utara diperkirakan mencapai Rp27 triliun. Pemerintah daerah telah mengajukan anggaran sekitar Rp26 triliun untuk penanganan dan pemulihan.

Kerusakan meliputi jalan, irigasi, tanggul sungai, jembatan, serta sekitar 10 ribu rumah warga. Dengan estimasi Rp100 juta per unit, kerugian sektor perumahan mencapai sekitar Rp1 triliun.

Bupati berharap penerima bantuan daging meugang tidak mempermasalahkan jumlah yang diterima serta tetap menjaga kondusivitas daerah.

“Syukuri apa yang sudah ada. Ini bentuk perhatian pemimpin kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Ramzani)

Iklan