Iklan 970x250

,

Iklan

Pucanglaban Bersinergi: Implementasi Arahan RI Satu melalui Aksi Korve dan Perbaikan Infrastruktur

Redaksi Liputanesia
13 Feb 2026, 14:24 WIB Last Updated 2026-02-13T07:24:49Z
Sinergi masyarakat dengan pemerintah, saat melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Pucanglaban, Jumat (13/2/2026)/Liputanesia/Foto: Hariyadi.

Tulungagung - Menindaklanjuti arahan strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul beberapa waktu lalu, selaras dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terkait penetapan hari kebersihan (Korve), Kecamatan Pucanglaban responsif melalui aksi nyata di lapangan, Jumat (13/02/2026).

Jajaran Forkopimcam Pucanglaban yang dipimpin langsung oleh Camat Pucanglaban, Setiono, menggelar aksi korve serentak.

Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas sektoral, mulai dari unsur TNI atau Polri, UPAS Dinas Pendidikan, tenaga kesehatan Puskesmas, hingga organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Paguyuban Pencak Silat.

Tidak sekadar menjaga estetika lingkungan, aksi kali ini mencakup langkah taktis perbaikan infrastruktur berupa penambalan lubang jalan di dua titik krusial, yakni kawasan Lok Songo (Demuk) dan Kalijirak (Sumberbendo).

Langkah ini diambil sebagai bentuk diskresi positif untuk memastikan kenyamanan mobilitas masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.

Camat Pucanglaban, Setiono, menegaskan, bahwa aksi ini adalah bentuk loyalitas dan komitmen tegak lurus terhadap garis kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

"Sambil menantikan instruksi teknis dari Bapak Bupati Tulungagung, kami mengambil inisiatif proaktif. Momentum menyongsong Ramadhan ini kami jadikan pijakan untuk bergerak serempak. Fokus kami ganda: memastikan kebersihan lingkungan sesuai arahan Presiden dan memperbaiki akses jalan demi keselamatan publik," tegas beliau di sela-sela kegiatan.

Sebagai representasi Pemerintah Kabupaten Tulungagung di tingkat kecamatan, kantor Kecamatan Pucanglaban berkomitmen penuh untuk menyukseskan program-program prioritas nasional secara berkelanjutan.

Selain dampak fisik berupa lingkungan yang bersih dan jalan yang layak, kegiatan ini diproyeksikan mampu mempererat Solidaritas, Memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar-elemen masyarakat.

Dengan semangat gotong royong yang kembali dikobarkan, Pucanglaban membuktikan bahwa koordinasi yang solid antara birokrasi dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan wilayah yang tangguh dan tertata.

(Sugeng Hariyadi)

Iklan