Program yang digagas Kementerian Pertanian ini, sangat mendukung bagi kelangsungan penghasilan para pertani dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis.
Hal ini disampaikan, Sekda Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, MT, usai mengikuti acara Zoom Meeting dengan Kementerian Pertanian di Ruang ULP Setda Ciamis, Jumat, (20/02/2026) pagi.
Menurutnya, Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi ini sangat baik mengingat melibatkan kolaborasi multipihak dari hulu sampai hilir.
Sinergi ini diharapkan mampu memastikan keterpaduan antara kebijakan pemerintah pusat dan implementasi di daerah.
"Program ini juga digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus model kemitraan pertanian berkelanjutan berbasis pasar," ujarnya.
Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Kementerian Pertanian, perusahaan offtaker industri nasional, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Ape Ruswandana, serta kelompok tani sebagai pelaku utama di lapangan.
Lebih lanjut, Sekda Andang Firman Triyadi menyampaikan rasa bangga karena Ciamis terpilih sebagai lokasi Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi.
Menurutnya, program ini membawa berbagai manfaat strategis, di antaranya kepastian pasar bagi petani melalui kemitraan dengan offtaker industri nasional.
Selain itu, terbangunnya peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan petani, optimalisasi lahan pertanian secara produktif.
Penguatan koperasi desa sebagai lembaga ekonomi lokal serta dukungan terhadap program ketahanan pangan dan substitusi impor nasional pun dapat terwujud.
“Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi petani sangat penting agar Ciamis mampu menjadi sentra kacang tanah tingkat Jawa Barat bahkan nasional,” tegasnya.
Desa Panjalu Menjadi Tempat Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi
Sebagai tahap awal, Desa Panjalu ditetapkan sebagai lokasi pengembangan sentra Kacang Tanah Terintegrasi dengan luas lahan tanam berkisar antara 50 hingga 200 hektare yang dikelola kelompok tani setempat.Program ini dirancang sebagai model kemitraan pertanian terintegrasi yang berkelanjutan dan berbasis pasar.
Sekda pun berharap, penetapan ini diharapkan menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Ciamis.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani diharapkan dapat terwujud, sekaligus memperkuat sistem agribisnis kacang tanah yang kompetitif dan berorientasi pasar.
"Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha, dan petani, Ciamis optimistis mampu menjadikan kacang tanah sebagai komoditas unggulan baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," pungkas Sekda Ciamis.
(LPADV 2026)

.png)
.png)