Iklan 970x250

,

Iklan

BBWS Citanduy Tengah Mengebut Penanganan Tanggul Jebol Sebabkan Banjir di Pamarican

Heru Pramono
19 Feb 2026, 00:19 WIB Last Updated 2026-02-18T17:19:59Z
PPK OP3 BBWS Citanduy, Ijang Agus Nurul Fuad (kanan) dan Pelaksana Teknis (Peltek) OP3, Ali Kadapi (kiri), di Lokasi Tanggul Jebol Sungai Citalahab Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu, (18/2/2026) Siang./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono).

Ciamis - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy saat ini tengah mengebut penanganan tanggul jebol Sungai Citalahab di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Tanggul jebol yang mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah warga serta hektaran sawah itu penanganannya menggunakan dua alat berat guna mempercepat pekerjaan.

PPK Operasi dan Pemeliharaan (OP) 3 Sumber Daya Air (SDA) BBWS Citanduy, Ijang Agus Nurul Fuad didampingi Pelaksana Teknis OP3, Ali Kadapi (kiri), di lokasi pekerjaan mengatakan pasca banjir yang kedua ini, kerusakan terjadi pada tanggul Citalahab dan berdampak juga pada jalan warga, Rabu, (18/2/2026) siang.

Penanganan dilakukan dua aspek pekerjaan. Pertama pada akses jalan agar pekerjaan tidak menyulitkan kerja juga inti pada penanganan tanggul jebol.

"Tanggul dan badan jalan terputus, jadi penanganannya dibagi dua. Pertama, pemasangan bolder dan perkerasaan jalan. Kedua, pemancangan glugu sebagai penguat tanggul sementara," terang Ijang Agus Nurul Fuad.

Panjang Kerusakan Capai 26 Meter

Selanjutnya, Ijang menjelaskan, total panjang penanganan tanggul yang jebol dan terdampak mencapai sekitar 26 meter.

Sebelumnya, BBWS Citanduy telah menangani titik pertama sepanjang 18 meter menggunakan geobag atau kantong/karung yang terbuat dari bahan geotekstil (woven atau non-woven) berdaya tahan tinggi, dirancang untuk diisi material lokal seperti pasir, tanah, atau kerikil.

Namun pada hari Senin, (16 Februari 2026) kemarin, debit air mulai tinggi termasuk kiriman dari daerah hulu seperti dari Sidamulih.

Akibat luapan sungai tersebut, pasangan tanggul yang belum sepenuhnya terikat dan selesai 100 persen kembali terdampak limpasan air dan sebagian material terbawa arus.

“Karena hujan cukup tinggi dan ada kiriman dari hulu, debit air naik. Bagian yang belum selesai sempurna ikut terdampak dan materialnya terbawa,” jelasnya.

Penanganan Menerapkan 4 Item Pekerjaan

Penanganan Pekerjaan Tanggul Jebol Sungai Citalahab Pamarican Sedang Dikebut Supaya Cepat Selesai, Rabu, (18/2/2026) Siang./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono).

Pelaksana Teknis (Peltek) OP3, Ali Kadapi menambahkan, saat ini sekitar 25 meter sisa kerusakan masih dalam tahap penanganan.

Untuk memperkuat struktur tanggul dan mempercepat progres pekerjaan, BBWS Citanduy menerapkan empat item konstruksi.

Pertama, pemasangan bronjong sebagai pelindung utama dari gerusan arus sungai. Kedua, pemasangan glugu kelapa setinggi 6 meter sebagai penahan awal.

Ketiga, geobag, dan keempat, penguatan badan jalan yang berisisan dengan tanggul.

Bronjong akan dipasang di bagian depan dalam alur sungai guna memproteksi tanggul dari erosi dan mencegah kerusakan susulan.

“Kami bekerja maksimal, bahkan sampai malam kita lembur dikerjakan jika cuaca memungkinkan. Penanganan bencana tidak bisa ditunda. Prinsip kami cepat, cepat, dan cepat namun tetap memperhatikan faktor keselamatan,” tegas Ali.

Progres Cepat Tergantung Kondisi Cuaca

Meski penanganan dikebut, Ali mengakui progres pekerjaan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan debit air.

Jika hujan turun namun debit air masih rendah, pekerjaan tetap dilanjutkan, apabila debit meningkat signifikan, pengerjaan terpaksa dihentikan sementara demi keamanan pekerja.

Selain tanggul, akses jalan di sini juga menyulitkan pekerjaan akibat dampak banjir kemarin.

"Untuk itu, dua alat berat terus dikerahkan guna memastikan distribusi material dan proses perbaikan berjalan lancar," imbuhnya.

Ali menyatakan BBWS Citanduy menargetkan penanganan secepat mungkin agar tidak terjadi bencana susulan yang dapat merugikan masyarakat di Kecamatan Pamarican.

“Kami berharap cuaca mendukung agar pekerjaan cepat selesai dan tidak ada lagi kejadian serupa. Ini bencana bersama, sehingga harus ditangani bersama dan secepatnya,” pungkasnya.

Iklan