![]() |
| Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, foto bersama saat acara pengajian umum dalam rangka Larung Sembonyo di Pantai Sine kecamatan Kalidawir, (6/5/2026)/Liputanesia/Foto: Sugeng. |
Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di kawasan Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, pada Rabu (6/5/2026) malam.
Kehadiran Plt. Bupati Ahmad Baharudin yang didampingi sang istri, Ibu Yuyun Baharudin, disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Sambutan Mendalam Antara Budaya dan Syukur
Dalam sambutannya yang cukup panjang, H. Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan warga Desa Kalibatur yang tetap istiqomah menjaga warisan leluhur.Beliau menekankan bahwa Labuh Laut Larung Sembonyo bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi rasa syukur kepada Sang Pencipta.
"Tradisi Larung Sembonyo ini adalah wujud nyata dari kearifan lokal kita. Namun, yang membuat malam ini luar biasa adalah kehadiran kita semua dalam pengajian umum ini. Ini membuktikan bahwa warga Pantai Sine tidak hanya pandai menjaga budaya, tetapi juga memiliki spiritualitas yang tinggi.
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai wujud syukur sekaligus perenungan diri, betapa besar rezeki yang Allah berikan melalui hasil laut yang melimpah ini," ujar Ahmad Baharudin.
Beliau juga memuji kerukunan masyarakat pesisir yang dinilai sebagai modal sosial utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keguyub-rukunan inilah yang menjadi benteng pertahanan Tulungagung dari perpecahan.
Komitmen Pembangunan Bukan Secepat Sulapan
Selain pesan-pesan moral dan keagamaan, Plt. Bupati juga menggunakan kesempatan tersebut untuk berbicara mengenai arah pembangunan daerah.Sebagai pemegang estafet kepemimpinan, ia menegaskan komitmennya untuk memastikan keberlanjutan program-program strategis yang telah dicanangkan sebelumnya, terutama terkait infrastruktur jalan dan akses pariwisata.
"Saya berdiri di sini membawa amanah untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya. Fokus kita tetap pada percepatan pembangunan infrastruktur, karena kami tahu akses jalan yang baik adalah urat nadi perekonomian warga, terutama di wilayah selatan ini," jelasnya.
Namun, ia juga memberikan penjelasan yang jujur dan transparan terkait dinamika pembangunan di lapangan. Beliau meminta masyarakat untuk memahami bahwa pembangunan fisik memerlukan ketelitian administratif dan teknis agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
"Pemerintah terus bekerja, namun saya harap masyarakat bisa sedikit bersabar. Pembangunan itu ada tahapannya, ada aturannya, dan tidak bisa dilakukan secara instan atau secepat sulapan. Kita ingin membangun sesuatu yang tahan lama, bukan yang asal jadi," tegasnya.
"Semua butuh proses teknis yang matang agar hasilnya benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi anak cucu kita kelak," tambahnya disambut tepuk tangan warga.
Mengakhiri arahannya, Ahmad Baharudin berharap agar doa-doa yang dipanjatkan dalam pengajian tersebut membawa keberkahan dan keselamatan bagi seluruh nelayan serta warga pesisir.
Ia optimis bahwa perpaduan antara pelestarian budaya yang kuat dan perbaikan fasilitas pariwisata nantinya akan mendongkrak ekonomi lokal.
"Jika Pantai Sine tetap asri, budayanya lestari, dan warganya rukun, saya yakin wisatawan akan semakin banyak yang berkunjung. Ujung-ujungnya, kesejahteraan bapak-ibu sekalianlah yang akan meningkat. Mari kita jaga Pantai Sine ini bersama-sama," pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Gus Soim Al Kasi yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan manusia dengan alam (hablum minal 'alam).

