Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Kapolres Serang Kunjungi Pengrajin Golok

Abdul Rahman
4 Okt 2024, 18:15 WIB Last Updated 2024-10-04T11:15:35Z
AKBP Condro Sasongko melakukan pendekatan dengan Haris sambil memperhatikan cara kerja pembuatan golok, Jumat (4/10/2024), Liputanesia.co.id/Foto: Abdul Rahman.

Serang - Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko pengrajin golok di Kampung Sawah, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Jumat (4/10/2024).

Kapolres Condro Sasongko yang didampingi Wakapolres Kompol Ali Rahman CP, Kapolsek Petir Iptu Erwan Nurwanda, Kasubsektor Iptu Maulana Ritonga serta Bhabinkamtibmas dalam rangka program Ngariung Iman Ngariung Aman.

Menurut Condro, kerajinan golok ini dapat meningkatkan ikon Kabupaten Serang sebagai daerah pengrajin golok. Kerajinan golok, kata Condro, memiliki peluang bisnis yang bagus karena senjata tajam ini diminati seluruh lapisan masyarakat hingga turis mancanegara.

"Kerajinan ini memiliki peluang bisnis yang cukup bagus, karena seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakannya. Selain menyerap tenaga kerja, kerajinan golok ini juga menambah ketenaran Banten sebagai daerah yang dikenal dengan kesenian debus dan pencak silat yang tidak lepas dari golok," kata Condro Sasongko.

Condro mengatakan bahwa program Ngariung Iman Ngariung Aman ini merupakan ajang silaturahmi dirinya sebagai Kapolres Serang dengan masyarakat. Ajang silaturahmi ini, kata Condro dapat mengetahui kondisi permasalahan dan harapan masyarakat.

"Dengan silaturahmi ini kita menambah saudara dan memperpanjang umur. Selain itu juga dapat mengetahui kondisi, permasalahan dan harapan masyarakat," jelasnya.

"Dengan adanya komunikasi seperti ini, saya berharap dapat menjalin hubungan yang baik antara Polri dengan seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.

Sementara Haris, pengrajin golok, mengatakan, dia menekuni kerajinan ini sejak masih remaja warisan dari orangtuanya. Dia pun memiliki 11 karyawan yang membantu kerajinannya, mereka semua adalah warga setempat.

"Orangtua mengajarkan kerajinan ini sejak masih remaja, mulai dari menempa besi sampai mengukir sarung golok. Alhamdulillah rezekinya sampai sekarang dari penjualan golok ini," kata Haris.

Harus mengaku bahwa dia menggunakan bahan baku golok dari barang bekas, seperti per mobil, klaher atau jenis baja lainnya. Dalam membuat golok bisa membutuhkan waktu lama karena keunikan bahan atau dan aksesorinya.

"Untuk harganya juga bervariasi, tergantung bahan yang digunakan, termasuk untuk penutup dan gagang golok. Tapi biasanya bahan yang bagus, tentunya dibarengi penutup dan gagang yang bagus juga," terangnya.

Iklan