Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Yayasan Ar Rasyid Nur Falah Bagjasari Tegaskan Tak Ada Titipan Apalagi Pungutan Uang pada MBG Purwasari

Heru Pramono
04 Mei 2026, 17:44 WIB Last Updated 2026-05-04T10:44:03Z
Perwakilan Yayasan Ar Rasyid Nur Falah Bagjasari Pada Program MBG, Andika Sugiharto (kiri baju coklat) Sidak Relawan MBG di Dapur Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin, (4/5/2026) Pagi./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono).

Ciamis - Perwakilan Yayasan Ar Rasyid Nur Falah Bagjasari pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dapur Purwasari, Andika Sugiharto, menegaskan akan mengevaluasi total proses rekrutmen relawan Dapur MBG Desa Purwasari.

Hal ini menyusul adanya dugaan kekisruhan rekrutmen relawan (karyawan) Dapur MBG hingga terjadi luka penganiayaan yang menyebabkan korban dilarikan ke Puskesmas.

Penegasan itu disampaikan saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di Dapur MBG Purwasari, Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (4/5/2026) pagi.

“Saya minta rekrutmen relawan dievaluasi lagi, terutama dari sisi usia dan kriteria. Kerja di dapur itu kerja malam, tidak ada yang gampang,” terang Andika akrab disapa Dika di hadapan relawan.

Dika menekankan program MBG adalah program negara yang harus berjalan tanpa intervensi. “Saya tidak ada koleksi di sini. Ini program negara yang memang harus berjalan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan tidak ada kata istilah titipan apalagi pungutan biaya dalam rekrutmen relawan. “Saya dengar ada isu masuk relawan Dapur MBG Purwasari harus pakai uang. Saya tegaskan, di sini tidak dipungut biaya. Terbuka untuk siapa pun,” ujarnya.

Dika menyatakan akan menindak tegas jika terbukti ada praktik uang. “Kalau saya tahu ada yang pakai uang, walaupun orang Purwasari, akan saya keluarkan. Ini komitmen. Jangan manfaatkan situasi,” katanya.

Menurut Dika, seleksi relawan murni berdasarkan hasil interview. “Mau anaknya Pak Sekdes, mau anaknya Pak Kades, di sini tidak ada perlakuan khusus. Kalau tidak masuk kriteria, mohon maaf, tidak bisa. Apalagi orang dari luar daerah,” tegasnya.

Ia meminta PIC dan tim untuk mengutamakan warga sekitar sebagai relawan. “Minimal lingkungan di sini harus jadi relawan dulu. Kalau ada calon relawan yang tidak sesuai, kita evaluasi lagi bersama PIC,” ujarnya.

Dika menutup dengan meminta seluruh pihak menjaga integritas program. “Silahkan program berlanjut, tapi evaluasi harus jalan. Jangan sampai ada yang memanfaatkan,” pungkasnya.

Iklan