Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Jasmine Nadya Siswa Berprestasi Sabet Emas di Ajang SEC Pencak Silat Ciamis 2026

Heru Pramono
03 Mei 2026, 22:40 WIB Last Updated 2026-05-03T15:40:02Z
Jasmine Nadya Pramesti (kiri), Kadisdik Ciamis, Erwan Darmawan (tengah), Desy Kartikasari (Ibu Kandung Jasmine) Saat Meraih Mendali Emas, di GOR GGT Ciamis, Minggu, (3/5/2026) Sore./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono).

Ciamis - Jasmine Nadya Pramesti (11), siswi kelas 5 SD Negeri 1 Karangpaningal, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat tampak bahagia.

Pasalnya, ia berhasil keluar sebagai juara pertama dan meraih medali emas di kejuaraan Sport Education Championship (SEC) Pencak Silat 2026 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bersama MGMP PJOK Ciamis.

Kejuaraan yang diikuti peserta se-Priangan di Gelanggang Olahraga Galuh Taruna (GOR GGT) Kabupaten Ciamis berjalan selama dua hari, Sabtu-Minggu tanggal 2 hingga 3 Mei 2026 menjadi momen bersejarah baginya.

Meski baru tampil perdana, Jasmine sukses mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten bahkan se Priangan.

Anak tunggal dari pasangan Joni Kurniawan dan Desy Kartikasari ini menyukai seni bela diri sejak usia 5 tahun. Bahkan di sekolahnya, Jasmine juga berprestasi dengan menduduki peringkat 2 di kelasnya.

Hal ini dibenarkan, Paman Jasmin, Irman menurutnya, Jasmine menyukai bela diri silat sejak usia 5 tahun. Bahkan, ia (Jasmine_mksd) juga peringkat ke 2 di kelasnya, " terang Irman, Minggu, (3/5/2026) malam kepada Liputanesia.

Latar Belakang dan Persiapan

Lahir dari keluarga pesilat, Jasmine menekuni pencak silat sejak dini. “Ibu dan kakek atlet silat. Saya suka silat karena tak hanya mengasah fisik, tapi juga mental dan disiplin. Dan saya ingin meneruskan semangat juang mereka,” terang Jasmine.

Jelang kejuaraan, ia latihan intensif 4–5 kali seminggu. “Selain teknik, saya fokus jaga kondisi fisik, pola makan, dan istirahat cukup,” ujarnya.

Laga Final dan Momen Haru

Jasmine mengaku tak ada tantangan berarti karena sudah siap. “Alhamdulillah, sejak awal saya sudah siapkan diri dengan baik,” ungkapnya.

Final jadi momen paling menegangkan. “Lawan sangat bagus, tapi saya tetap fokus dan tampil maksimal,” kata Jasmine.

Saat diumumkan sebagai juara 1, Jasmine langsung sujud syukur. “Rasanya seperti mimpi. Ini pencapaian luar biasa,” ucapnya.

Dukungan dan Pesan

Jasmine menyebut dukungan pelatih, tim, dan keluarga sangat berarti. “Pelatih sabar membimbing, menanamkan semangat juang dan sportivitas. Tim selalu dukung dan beri fasilitas,” tuturnya.

Ia berpesan pada teman sebaya: “Jangan takut mencoba. Proses memang berat, tapi kalau sungguh-sungguh pasti ada hasil. Tetap semangat, terus berlatih, jaga sikap dan sportivitas,” pungkasnya.

Iklan