Salah satu peserta, Resa Hermanto (37), penyandang disabilitas bahkan dipercaya mewakili rekan-rekannya dalam prosesi penyematan atribut Tagana. Penyematan itu jadi simbol penerimaan dan pengakuan setara di organisasi.
Wakil Ketua Umum Tagana Ciamis, Dimas menegaskan, Tagana adalah wadah terbuka tanpa memandang latar belakang dan kondisi fisik.
"Tagana adalah rumah bersama. Kami ingin memastikan semua orang, termasuk penyandang disabilitas, punya kesempatan sama untuk berperan dalam penanggulangan bencana. Justru semangat mereka sering jadi inspirasi relawan lain,” terang Dimas.
Menurut Dimas, pelibatan penyandang disabilitas bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkeadilan.
“Kehadiran Resa bukti keterbatasan fisik bukan penghalang berkontribusi dalam misi kemanusiaan,” ujarnya.
Resa Hermanto mengaku bangga bisa bergabung dengan Tagana. “Saya sangat bersyukur bisa diterima di Tagana. Ini bukan hanya ikut pelatihan, tapi kesempatan untuk berbuat dan membantu sesama. Saya ingin membuktikan kami juga mampu,” kata Resa.
Ia berharap keikutsertaannya membuka jalan bagi disabilitas lain agar tak ragu ambil peran dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Pelatihan Dasar Tagana Muda 2026 diikuti 18 peserta dari Ciamis dan Kota Tasikmalaya. Kegiatan tiga hari, 24-26 April 2026 ini membekali relawan muda agar tangguh secara keterampilan serta memiliki kepedulian dan semangat inklusi.
Tagana Ciamis menegaskan, "penanggulangan bencana bukan hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga kebersamaan, empati, dan kesempatan setara bagi semua," pungkas Wakil Ketua Umum Tagana Ciamis, Dimas.

