Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Suara Hati DPAC Minta PAW Anggota DPRD PKB Ciamis Harus Loyal dan Perhatian ke Bawah, Jangan Cuma Nomor Urut

Heru Pramono
27 April 2026, 16:46 WIB Last Updated 2026-04-27T09:46:16Z
Ketua DPAC PKB Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Bani Hasyim, Senin (27/4/2026)./Liputanesia. (Foto: Istimewa).

Ciamis - Menyikapi dinamika hukum yang tengah menjerat oknum anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) berinisial NZ, dengan dugaan kasus korupsi dan sedang berproses persidangan di Pengadilan Negeri Bandung.

Dewan Pimpinan Anak Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPAC-PKB) Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat angkat bicara.

Mereka meminta ke DPC PKB Ciamis harus tegas dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD yang tersangkut hukum.

"PAW tidak boleh sekadar berdasarkan nomor urut, tetapi harus loyal dan merangkul struktur PAC di dapil".

Hal itu disampaikan Ketua DPAC PKB Kecamatan Lakbok, Ciamis, Bani Hasyim, Senin (27/4/2026) siang kepada Liputanesia.

Menurutnya, “Soal PAW, kita netral. Cuma harapan PAC ke depan ingin diperhatikan, terutama soal etika,” terang Bani Hasyim.

Ia menyoroti komunikasi internal partai yang sering melewati PAC sering terjadi dan ini tidak sangat ia harapkan.

Ia menjelaskan, “Saat ada pertemuan penting, PAC sering dilewati. Kalau ada hal yang harus dibahas bareng, kita nggak dilibatkan. Ke depan ini harus diperbaiki,” jelasnya.

Bani menegaskan, figur pengganti harus punya kriteria jelas. “Yang jelas harus loyal, punya perhatian ke struktur PAC. Jangan cuma sekadar caleg yang menggantikan karena nomor urut. Tapi habis itu harus benar-benar bisa merangkul semua PAC di dapil sini,” tegasnya.

Masih kata dia menurutnya, seluruh PAC di Dapil 5 Ciamis punya harapan yang sama. Bani mencontohkan, saat terjadi kekosongan di Banjaranyar dulu, PAC tetap solid. “Intinya, sebelum ada PAW pun, komunikasi harus jalan,” ucapnya.

Ia berharap poin-poin kesepakatan PAC jadi pertimbangan DPC PKB Ciamis. “Harus ada ketegasan dari Kabupaten. DPC harus punya kriteria tersendiri, dan PAC benar-benar diperhatikan,” pinta Bani tegas.

Jika pengganti PAW tidak sesuai harapan, Bani menyebut semangat struktur bisa turun. “Mungkin semakin loyo, kurang semangat. Ini bisa jadi preseden buruk buat PKB ke depan,” pungkasnya.

Iklan