![]() |
| Pusat Kuliner Depan PUPR Kota Blitar, Selasa (28/4/2026)/Liputanesia.co.id/Foto: Ist. |
Sarana perdagangan aneka kudapan di Pasar Kuliner ini kondisinya sekarang memprihatinkan dan seolah seperti hidup tak segan mati tak mau saking sepinya daripada para pembeli.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar, Parminto, menuturkan, kantin depan Dinas PU itu namanya Pasar Kuliner. Memang seperti kondisi pasar-pasar yang lain sepi dari pembeli atau pengunjung banyak faktor penyebabnya.
"Antara lain tampilan bangunan tidak menarik sebagai pusat kuliner terkesan gelap dan tidak terlihat apa yang dijual di dalamnya. Sirkulasi udara kurang karena bangunan memanjang agak tertutup tidak terlihat dari luar atau jalan," ungkapnya kepada Liputanesia, Selasa (28/4/2026).
Selain itu Parminto menyebut juga belum ada zonasi barang dagangan sebagai sebuah kuliner, misal kuliner apa saja yang ada di Kota Blitar yang dijual di pasar ini.
"Secara akses lokasi sebenarnya sangat strategis di Tengah kota, banyak tempat kerja dan fasum seperti perkantoran, bimbel juga rumah sakit, tetapi karena belum ada penataan bangunan dan berjualan yang mampu menarik sehingga sampai saat ini terkesan sepi pembeli," katanya.
Merespon persoalan ini, lanjut dia, salah satu upaya Pemkot Blitar adalah melalui PAK tahun anggaran 2025 kemarin di Kajian Pengembangan Pasar Kuliner.
Pada tahun anggaran 2026 ini, direncanakan bulan Mei hingga Juni akan dikerjakan pembangunan fisik untuk Revitalisasi Pasar Kuliner, antara lain dilakukan:
1. Pembongkaran 2 (dua) kios depan/utara sisi barat, yang difungsikan sebagai ruang santai (lounge) pintu utama/masuk pasar kuliner.
2. Pembongkaran dan menambah lebar akses masuk sebanyak 2 (dua) pintu masuk dari sisi barat.
3. Pemasangan dinding roster pada 2 kios yang dibongkar yang akan menambah kesan dekorasi pada bangunan.
4. Pemasangan talang galvalum baru untuk perbaikan talang yang bocor, perbaikan wastafel, kran dan lain-lain.
5. Pengecatan tembok lama interior dan eksterior (bangunan luar).
6. Menambah cover fasad bangunan untuk memberikan wajah bangunan lebih menarik dan kekinian.
7. Pemasangan papan nama akrilik dan lampu sorot yang dipasang di depan pintu masuk sebagai identitas bangunan.
"Semoga upaya ini akan merubah Pusat Kuliner menjadi ramai pengunjung atau pembeli," pungkasnya.
