Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Miris! Korban Bullying di Sekolah Kembali Terjadi di Ciamis

Heru Pramono
28 April 2026, 19:39 WIB Last Updated 2026-04-28T12:40:50Z
Foto ilustrasi kampanye stop Bullying./NurPhoto / Contributor via Getty Images

Ciamis - Lagi kembali terjadi dugaan kuat tindak kekerasan anak di sekolah (bulliying) oleh beberapa teman-temannya. kali ini menimpa, NV (inisial) warga Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

NV yang kini tengah duduk di bangku kelas tujuh (7) di salah satu Madrasyah Tsanawiyah (Mts) swasta di bilangan Ciamis kota, hampir sebulan tidak bisa masuk sekolah karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Kondisi, NV saat ini hanya bisa terbaring di atas kasur dan hanya terdiam seperti orang yang tidak sadarkan diri.

Ibu NV menuturkan, awal kejadian saat anaknya diantar pulang oleh teman-temannya karena tidak enak badan dan sempat marah-marah di sekolah.

“kejadian tersebut kurang lebih satu bulan yang lalu, waktu itu anak saya sempat diantar pulang sama teman-temannya. Katanya NV tidak enak badan dan sempat marah-marah di sekolah,” ujar Ibu NV saat disambangi beberapa wartawan di rumahnya, Selasa, (28/4/2026) siang.

Sejak pulang itu, perilaku NV berubah. Ia sering melamun dan tidak nyambung saat diajak bicara. “Dia sering melamun. Kalau diajak ngomong suka tidak nyambung, bahkan sampai lupa nama temannya,” terang sang ibu dua anak ini.

Keluarga Sempat Membawa NV Berobat Alternatif

Akibat kondisi anaknya yang tak kunjung ada perubahan, keluarga sempat membawa NV ke pengobatan alternatif karena diduga kerasukan.

“Sempat kami bawa ke pengobatan alternatif, tapi tidak ada perubahan, tetap diam seperti orang banyak pikiran,” ucap ibu NV sedih.

Perubahan mulai tampak saat ibunya berkomunikasi intens. NV akhirnya mengaku kerap menjadi korban perundungan di sekolah. Ia mengalami kekerasan fisik hingga hinaan soal kondisi ekonomi keluarga.

“Pas ditanya pelan-pelan, dia mulai merespon. Katanya sering dibully, dipukul, dan dihina. Bahkan ada yang bilang jangan temani NV karena dia orang miskin,” ungkap ibu didampingi suami.

Ayah NV mengaku kecewa dan terpukul. “Saya sangat kecewa. Tidak menyangka anak saya diperlakukan seperti itu sampai depresi. Sekarang dia hanya bisa tidur terlentang di kasur," keluhnya.

Akibat kejadian tersebut, kini pihak keluarga berharap, "ada perhatian dan penanganan serius dari sekolah dan pihak terkait agar kasus serupa tidak terulang, serta kondisi NV segera pulih," pungkas Bapak NV yang sama-sama sedih melihat kondisi anaknya hanya bisa tertidur terlentang di atas kasur.

Iklan