Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Masyarakat Cirahong Ciamis Akan Layangkan Surat Audiensi Ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Heru Pramono
08 April 2026, 16:19 WIB Last Updated 2026-04-08T09:19:53Z
Pemerhati Budaya dan Prasasti Kabupaten Ciamis, Andi Ali Fikry, Selasa, (7/4/2026) Sore./Liputanesia. (Foto: Heru Pramono).

Ciamis - Masyarakat Cirahong, Kabupaten Ciamis, akan melayangkan surat audiensi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait viralnya dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong.

Mereka ingin klarifikasi dan mencari solusi terbaik atas pemberhentian puluhan penjaga jembatan yang telah berjalan puluhan tahun.

Pemerhati Budaya dan Prasasti Kabupaten Ciamis, Andi Ali Fikri, Selasa (7/4/2026) sore di lokasi Jembatan Cirahong kepada puluhan wartawan mengatakan, Gubernur Jawa Barat harusnya bijak dalam menyikapi persoalan yang ada.

"Harusnya Gubernur Jawa Barat bijak dan jangan tergesa-gesa menyikapi informasi yang ada di Media Sosial (Medsos). Terlebih lakukan dahulu cek dan ricek jangan langsung menelan informasi yang belum clear pemahamannya," tegas Andi.

Memahami tentang Jembatan Cirahong, menurutnya, banyak hal yang harus dipahami, baik aspek sosiologis, kontur, geografi, dan lain-lain sebagainya.

Ia pun meminta dan memohon maaf kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sekiranya berkenan datang ke Ciamis guna berdialog langsung dengan masyarakat sekitar dan apa solusinya.

Masyarakat Akan Layangkan Surat Audiensi ke Gubernur

Hingga kini belum adanya kejelasan atau titik terang nasib para puluhan penjaga atau pengatur pengguna jembatan seperti biasanya, warga sekitar akan melayangkan surat audiensi ke Gubernur Jawa Barat.

Ada beberapa opsi hasil dari musawarah. Yang pertama, meminta, Pak Gubernur untuk mengklarifikasi terkait informasi yang simpang siur tersebut.

Kedua, Pak Gubernur mudah-mudahan berkenan datang dan beraudiensi dengan kami warga sekitar menyoal pembahasan persoalan yang kini tengah viral sampai berhentinya puluhan warga yang setiap hari berjaga atau mengatur pengguna Jembatan Cirahong," tandas Andi Ali Fikri.

Pihaknya pun mengapresiasi dan menghormati Bapak Gubernur yang dalam hal ini sudah responsip cepat terhadap unggahan/upload seseorang di medsosnya yang menyatakan adanya dugaan pungli.

Namun perlu dipahami, bahwa pada dasarnya, apa yang diunggah di medsos oleh seseorang itu dan apa yang disampaikan adanya dugaan pungli itu tidak benar.

Mereka tidak pernah memaksa kepada siapapun yang melintasi di Jembatan Ciraong dalam meminta uang atau mencegah kalau tidak bisa membayar, dia tidak bisa masuk atau melintas.

"Mereka justru rela mengorbankan waktu untuk keluarganya untuk memfasilitasi, mengamankan kondisi kendaraan yang ada di lintasan Cirahong," ucapnya.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan, agar jelas dan clear masalah, kita audiensi atai dialog bersama warga sekitar serta minta hadirkan dengan orang yang pertama kali mengapload di medaosnya mengenai ungkapan adanya pungli di Cirahong.

"Itu harus. Karena ini bagian dari sebuah proses edukasi. Ingat ya, titik-titik sebuah apapun di setiap kabupaten/kota itu berbeda cerita. Maka perlu hati-hati. Jangan sampai asal viral hanya untuk mencari kejar likes, subscribe saja, tanpa memikirkan dampak resiko ke yang lainnya,"ungkap Andi.

Dijamin Keamanannya Bagi Orang Yang Pertama Kali Mengapload di Medsosnya Yang Menyatakan Dugaan Pungli.

Apapun jika orang pertama kali yang mengunggah di medsosnya hadir, warga Cirahong, Kabupaten Ciamis menjamin keamanannya.

"Sangat dijamin keamanannya, karena ini bagian dari sebuah peristiwa, ada sisi positif dan negatif. Positifnya, Ciamis menjadi terkenal. Sementara, negatifnya, keberadaan masyarakat yang relawan jaga hingga kini menganggur dan tidak kerja," pungkasnya.

Iklan