![]() |
| Asisten Administrasi Umum Setda Ciamis, H. Wawan Ruhiyat Memimpin Apal Pagi di Halaman Setda, Jumat, (17/04/2026) Pagi./Liputanesia. (Foto: Dok. Heru Pramono). |
Kebijakan ini berlaku perdana, Jumat, 17 April 2026, termasuk di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Ciamis dengan tujuan efisiensi sumber daya.
Pemberlakuan ini seiring dengan kebijakan Pemerintah Pusat untuk efisiensi energi dan akselerasi transformasi digital birokrasi.
Aturan teknisnya tertuang dalam Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 100.3.4.2/694-Org/2026. Lewat kebijakan ini, Pemkab Ciamis menargetkan pola kerja fleksibel, produktif, dan mendukung modernisasi birokrasi di era digital.
Hal ini disampaikan, Asisten Administrasi Umum Setda Ciamis, H. Wawan Ruhiyat, saat apel pagi di Halaman Setda, Jumat, (17/04/2026).
Ia, mengatakan, ASN yang WFH tetap wajib disiplin dan absensi dilakukan tiga kali sehari pukul 08.30, 12.30, dan 16.00.
"WFH dijalankan selektif. Setiap perangkat daerah wajib menerapkan komposisi minimal 50 persen ASN WFH. Pengaturan proporsi diserahkan ke kepala perangkat daerah dengan syarat target kinerja tercapai dan layanan publik tidak terganggu," katanya.
Tegaskan WFH Tidak Untuk Seluruh ASN
Lebih lanjut, Asda menegaskan, pemberlakuan WFH ini tidak untuk semua ASN. Kebijakan ini tidak berlaku bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator (PPTPPA)."Apa saja PPTPPA ini diantaranya: Jabatan Fungsional Ahli Madya, lurah, serta unit layanan vital seperti BPBD, Satpol PP, kebersihan, persampahan, dan kependudukan," tegasnya.
Tujuan WFH Untuk Efisiensi Sumber Daya
Tujuan diberlakukannya WFH adalah untuk mengurangi (efisiensi) pengeluaran sumber daya atau pembatasan kendaraan dinas fosil."Sehingga, ASN dianjurkan memakai kendaraan listrik, transportasi umum, bersepeda, atau moda ramah lingkungan lainnya," ucapnya.
Di Setda Ciamis, 58 pegawai WFH dan 128 pegawai WFO. Sistem ini digilir tiap minggu agar seluruh pegawai merasakan pola kerja yang sama.
“Jika ada kondisi darurat yang mengharuskan hadir, pegawai WFH wajib segera WFO,” paparnya.
Ia menambahkan, WFH tidak boleh menurunkan kinerja. “Meski WFH, capaian kerja harus tetap meningkat. Tidak ada alasan pekerjaan tidak selesai karena WFH,” pungkasnya.

