Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Pj Walikota Tinjau Perekaman KTP Elektronik Pemula Bagi Siswa SMKN 3

Hengki Syahjaya
23 Jan 2024, 15:02 WIB Last Updated 2024-01-27T11:40:07Z
Penjabat Walikota Langsa Syaridin, saat meninjau program Disdukcapil dalam perekaman KTP-E bagi pemula, Selasa (22/01) bagi Siswa SMKN 3, di Aula setempat, Liputanesia/H5J.

Kota Langsa - Pj Walikota Langsa Syaridin, meninjau program jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e) pemula bagi siswa SMKN 3 yang dilakukan Disdukcapil, di aula setempat, Selasa (23/01/2024).

Pj Walikota Syaridin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Langsa tidak memiliki alat untuk perekaman KTP elektronik, adapun satu unit, namun kondisinya sudah tidak dapat digunakan karena sudah rusak.

Sehingga persentase menjadi yang paling rendah, itupun disiasati oleh Dukcapil dengan segala keterbatasannya meminjam alat dari Kabupaten Aceh Timur, menurut Pj Walikota itu sesuatu tidak wajar kita lakukan semestinya.

“Tetapi, pada hari ini Dukcapil sudah bisa menjemput bola ke sekolah-sekolah, karena di sekolah tempat berkumpulnya warga yang sudah saatnya memiliki KTP, atau perekaman KTP pemula, dengan menggunakan alat perekaman yang baru.

Syaridin merasa enggan melihat Kota Langsa dengan persentase paling sedikit, alasan tidak punya alat, maka dengan segala cara saya berusaha untuk bisa mengadakan satu alat perekaman KTP elektronik yang hari ini ada didepan kita.

Maka, sudah beberapa hari Plt Kepala Dukcapil melakukan roadshow kebeberapa sekolah untuk menjemput bola. Hal ini suatu kemudahan, oleh karena itu, saya ingin mengingatkan bahwa KTP itu sekali buat berlaku sampai seumur hidup, sampai menjadi nenek atau kakek KTP sekali direkam, ucap Syaridin.

Oleh karena itu, pada saat mengisi data, upayakan sedemikian rupa agar data itu tidak salah, terutama pada Nomor Induk Kependudukan (NIK). Karena NIK terkoneksi keseluruhan Indonesia, apapun urusannya ketika NIK ditekan, maka semua administrasi yang ingin kita buat itu akan terkonek, mau berada di Papua, Medan, kalau sudah punya NIK, maka akan terkoneksi, ajaknya.

NIK itu tanggal lahir, maka jangan salah-salah buat tanggal lahir, kalau pun salah maka NIK itu tidak dapat diperbaiki, tetapi kalau data yang lain bisa diperbaiki, misal tanggal lahir di NIK 31 Desember mau di ubah menjadi 21 Desember, data bisa diubah namun di NIK tetap 31 Desember, jelas Pj Walikota.

Berhati-hati lah dalam pengisian KTP, tetapi kalau pindah alamat data alamat bisa diubah, tetapi NIK tetap yang sudah ada dipakai. Proses pembuatan KTP elektronik, setelah perekaman data akan di kirim ke Jakarta, selanjutnya akan dikirim ulang ke aplikasi dan apabila koneksi bagus maka KTP akan segera selesai, bila tidak bisa sampai satu hari, lanjut Syaridin.

Jadi Bu Kadis, bila ada yang langsung terkonek, maka KTP diberikan langsung, jadi apa yang telah disampaikan benar adanya. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan satu alat ini, persentase masyarakat Kota Langsa memiliki KTP itu dapat meningkat, dan kalau boleh kita menutupi kekurangan dan kesalahan selama ini harus menjadi paling tinggi persentasenya, tegas Pj Walikota.

Pj Walikota menambahkan, karena yang sudah memiliki KTP, berarti sudah tercatat di dalam daftar pemilih, warga Kota Langsa yang berhak memberikan hak suara baik pada pemilihan legislatif, Presiden dan Wakil Presiden, Walikota dan Wakil Walikota serta DPD, jumlahnya 131.089, mudah-mudahan semuanya bisa hadir pada hari H ke masing-masing TPS untuk memberikan hak suaranya.

Anak-anak kami semuanya, berikan hak pilih sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan pilihan kita masing-masing pada tanggal 14 Februari 2024 nanti. Lima menit dibilik suara, menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara lima tahun kedepan, Pj Walikota mengingatkan pemilih pemula.

Mudah-mudahan semua dapat memberikan suaranya sesuai hati nuraninya, sesuai dengan pemikirannya, saya pikir kita yang berada disekolah hari ini, tentunya menunjukkan kemajuan-kemajuan dan pembangunan-pembangunan dibidang pendidikan, ungkap Pj Walikota Syaridin.

Iklan